History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

CIIE Sebagai Bukti Semakin Terbukanya Perekonomian Daratan Tiongkok

  • 06 November, 2018
  • 尤繼富
CIIE Sebagai Bukti Semakin Terbukanya Perekonomian Daratan Tiongkok
CIIE Sebagai Bukti Semakin Terbukanya Perekonomian Daratan Tiongkok

(Taiwan/ROC) --- Penguasa Daratan Tiongkok Xi Jin-ping (習近平) pada Senin (5/11) dalam Pameran Internasional Impor Daratan Tiongkok (CIIE) mengutarakan 5 point utama. Di antaranya pengurangan tarif bea cukai dan memperluas akses pasar. Pernyataan Xi Jin-ping dinilai sebagai ujaran yang hendak disampaikan kepada Presiden Donald Trump. Para pakar pada Selasa (6/11) mengemukakan hal ini berkemungkinan membawa angina segar bagi perang perdagangan antar 2 negara tersebut. Namun Amerika Serikat mengajukan banyak tuntutan kepada Daratan Tiongkok, dan membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk negosiasi. Pakar lain memperkirakan bahwa forum ini tidak akan mempengaruhi konflik perekonomian kedua negara adidaya tersebut. Melalui CIIE ini, Daratan Tiongkok ingin menegaskan kembali akan perekonomian mereka yang semakin terbuka.

 

Perang perdagangan antar AS dengan Daratan Tiongkok masih terus berlanjut. Daratan Tiongkok pada Senin (5/11) diketahui menggelar Pameran Internasional Impor Daratan Tiongkok (CIIE). Perhelatan ini digelar 1 hari sebelum AS melaksanakan pemilu. Penguasa Daratan Tiongkok Xi Jin-ping (習近平) mengemukakan akan aktif meningkatkan impor, mengurangi tarif bea cukai, memperluas pasar, menciptakan lingkungan bisnis sekelas dunia, membuka diri kepada pihak luar, mempromosikan pengembangan kerja sama multilateral dan bilateral secara mendalam. Kelima point ini ditafsir beberapa pakar, sebagai suara dan niat baik yang ingin disampaikan Daratan Tiongkok kepada Amerika Serikat 

 

Wakil CEO WTO dan RTA Lee Chun (李淳) pada Selasa (6/11) mengemukakan deklarasi ini memberikan sedikit angin segar bagi situasi pelik perang perdagangan antar AS dengan Daratan Tiongkok.

 

Lee Chun mengatakan, “Alasannya adalah daftar tuntutan yang diajukan AS terlalu banyak dan tidak mungkin menyelesaikannya dalam jangka waktu yang singkat, melainkan membutuhkan waktu dan proses yang panjang. Beberapa di antaranya mungkin dapat direspons cepat oleh Daratan Tiongkok, tetapi ada beberapa yang tidak dapat langsung ditanggapi”.

 

Pakar Institut Penelitian Ekonomi Taiwan (TIER) Sun Ming-te (孫明德) merasa bahwa pameran CIIE berlangsung 1 hari sebelum Amerika Serikat melaksanakan pemilu. Pertimbangan yang diambil oleh Daratan Tiongkok, sedikit banyak dipengaruhi oleh situasi konflik perdagangan saat ini. Namun yang menjadi point utama adalah ingin memperlihatkan niat Daratan Tiongkok akan perekonomian mereka yang semakin terbuka. 

 

Sun Ming-te mengatakan, “Daratan Tiongkok semenjak awal sudah berniat mempromosikan kebijakan perekonomian mereka melalui sistim pasar yang terbuka. Forum CIIE kali ini dirasa hanyalah sebuah pameran. Mungkin memiliki sedikit unsur politik di dalamnya. Tapi kita tidak perlu sepenuhnya menafsirkan demikian”.

 

Sun Ming-te kembali menggambarkan akan perang perdagangan yang tengah terjadi. Donald Trump diperkirakan ingin segera mempercepat seluruh proses polemik ini, mengingat AS mengadakan pemilu setiap 2 tahun sekali, yang mana dapat menghambat kebijakan perekonomian Donald Trump. Daratan Tiongkok diketahui secara perlahan-lahan mulai bersikap lunak, namun untuk saat ini tidak dapat dikatakan aktif menanggapi respon Amerika Serikat.

Komentar

Terbarumore