(Taiwan, ROC) Tim sepak bola Pekerja Migran Asing berkumpul di Distik Xinzhuang, Kota New Taipei. Para pekerja migran yang tersebar di seluruh penjuru Taiwan bergabung dalam tim masing-masing dan turut dalam pertandingan yang berlangsung di Lapangan Atletik Xinzhuang pada 4 November 2018. Ajang ini berhasil mempertemukan para pekerja migran, baik dari golongan kerah biru dan putih, bersama-sama berkompetisi sehat. Hal ini juga mencerminkan dukungan Taiwan terhadap diversifikasi kehidupan sosial masyarakat.
Pertandingan sepak bola yang diadakan pada Sabtu 4 November 2018 ini, mempertemukan tim yang beranggotakan para pekerja migran asing yang tersebar di seluruh penjuru Taiwan. Ajang ini diselenggarakan oleh Global Worker Organization (GWO) dengan tajuk
“2018 Taiwan Immigrants Soccer Competition”. Kompetisi ini diikuti oleh tim 8 besar yang berasal dari seluruh pejuru Taiwan, dan beranggotakan warga asing dan para pekerja migran asing.
Juara kedua yang tergabung dalam tim Xinzhuang asal Vietnam mengemukakan sangat senang dapat turut berpartisipasi dalam pertandingan ini. Mereka dapat saling berkenalan satu sama lain. Sepak bola menjadi penyemangat mereka dalam bekerja. Pekerja migran asal Vietnam Khúc Công Dũng mengatakan 181104-06, “Kami merasa sangat nyaman, dan berharap dapat bergabung kembali dalam pertandingan berikutnya”.
Tim Taoyuan Li Qing yang beranggotakan para pekerja migran asal Thailand harus kalah dan gagal masuk final. Meskipun demikian, seluruh pemain terlihat sangat bersemangat. Tidak hanya pemain, pelatih di samping pun terlihat terus mengarahkan instruksi. Para pemain mengemukakan bahwa mereka sangat senang dan berharap setiap tahunnya dapat mengikuti pertandingan serupa.
Tim Royal Blues F.C (RBFC) yang beranggotakan warga asing; meliputi Afrika Selatan, Inggris, Jepang, Gambia, Haiti untuk pertama kalinya bergabung dan memenangkan juara pertama dalam kompetisi ini. Para pemain mengaku gembira, selain dapat saling belajar, mereka juga berkesempatan bermain bersama dengan para pekerja migran asing. Hal ini memperlihatkan kehidupan sosial masyarakat Taiwan yang beraneka ragam.
Salah satu pemain asal Haiti Lerick mengatakan, “Hari ini saya datang bertanding, memberikan saya kesan akan sambutan Taiwan yang luar biasa kepada seluruh peserta yang hadir dan bermain bersama. Seluruh peserta yang datang dari negara berbeda menjadi 1 keluarga. Kami sangat senang”.
Ketua GWO Karen Hsu (徐瑞希) mengemukakan kebanyakan para pekerja migran asing memanfaatkan waktu kosong mereka untuk bermain sepak bola. GWO juga telah sedari dulu merangkul seluruh pekerja asing, baik pekerja kerah biru dan putih. Melalui pertandingan sehat ini, mencerminkan rasa hormat Taiwan kepada seluruh pekerja asing dan perbedaan yang ada.
Karen Hsu mengatakan, “Kami sangat berharap melalui pertandingan sepak bola antar pekerga migran, juga mengundang golongan pekerja kerah putih. Membuat Taiwan lebih mengenal mereka. Faktanya mereka pribadi tidak saling membedakan antar pekerja kerah biru dan putih. Sepak bola adalah Bahasa universal mereka”.
Karen Hsu menambahkan bahwa mereka saat ini tengah berdiskusi dengan Asosiasi Sepak Bola Republik Tiongkok, apakah ada kemungkinan membentuk asosiasi sepak bola khusus warga asing di Taiwan. Membuat kemampuan bermain sepak bola yang dimiliki warga asing menjadi bagian dalam pengembangan kebijakan sepak bola Taiwan. Dengan demikian dapat bersama-sama meningkatkan citra sepak bola Taiwan.