History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Global Youth Trends Forum 2018 Digelar di Taipei

  • 03 November, 2018
  • 譚雲福
Global Youth Trends Forum 2018 Digelar di Taipei
Global Youth Trends Forum 2018 Digelar di Taipei

(Taiwan, ROC) – Kegiatan Global Youth Trends Forum 2018 yang dihelat oleh Kementrian Pendidikan, diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 3 November di Taipei, dimana dihadiri oleh perwakilan dari 19 negara, antara lain termasuk Australia, Kanada dan 7 negara lainnya dari kawasan Asia Tenggara. Para perwakilan dari masing-masing negara akan mengikuti kegiatan forum selama 2 hari, dengan diisi oleh pemberian pendapat dan pandangan terkait topik yang diagendakan, serta diskusi kelompok. Adapun topik yang dibahas meliputi sekitar fenomena dan trend global yang tengah dihadapi oleh para generasi muda. Wakil Presiden Chen Chien-jen dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa dirinya berharap dengan adanya forum tersebut, mampu menciptakan Butterfly Effect, sehingga para generasi muda lainnya juga dapat turut serta berpikir, dan memberikan kontribusi bagi negara serta berguna bagi kehidupan sosial masyarakat.

        Global Youth Trends Forum tahun 2018 ini, telah memasuki usia yang ke 6 tahun. Penyelenggaraan kali ini diikuti perwakilan dari negara Guatemala, Rusia, Swedia, Inggris, Amerika, Jerman dan lainnya, dimana terdapat lebih dari 110 pemuda yang turut serta mengajukan pendapat dan pandangan masing-masing terkait isu yang diagendakan. Forum kali ini juga diikuti perwakilan dari 7 negara di kawasan Asia Tenggara, untuk itu Kementrian Pendidikan juga secara khusus menggunakan momen ini untuk menjembatani generasi muda Taiwan dengan generasi muda asal Asia Tenggara, guna dapat melakukan interaksi pertukaran di kemudian hari.

        Duta untuk kegiatan Global Youth Trends Forum 2018 Tung Zhi-ling menyampaikan bahwa sebelum forum dimulai, para peserta asing juga telah merasakan sendiri pengalaman hidup yang sebenarnya di Taiwan, dimana ada sebagian yang menuju ke dusun Fata’an di Hualien, dan bersama dengan penduduk suku Amis untuk menari tarian tradisional setempat. Hal yang paling menarik perhatian Tung Zhi-ling adalah ditemukan jika bahasa Indonesia dengan bahasa yang dipergunakan oleh suku Amis di Taiwan masih merupakan satu rumpun bahasa.

        Tung Zhi-ling mengatakan, “Indonesia dan dusun Fata’an, sebelumnya adalah suku Austronesia, dan ditemukan jika penyebutan angka satu hingga sepuluh, nada intonasi pengucapan nyaris serupa. Mereka juga dengan gembira menyadari jika kakak mereka juga menggunakan pengucapan yang hampir sama.”

        Selain merasakan sendiri kehidupan di beberapa tempat di Taiwan, forum yang dilangsungkan selama 2 hari tersebut, akan berakhir pada tanggal 4 November. Adapun topik untuk hari pertama adalah “Masa depan bersama, pelatihan dan pembangunan generasi muda”. Wakil Presiden Chen Chien-jen menyampaikan bahwa dirinya berharap dengan adanya forum tersebut, maka dapat menghasilkan sebuah kesepahaman dan dapat dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Chen Chien-jen juga menyebutkan dirinya berharap para generasi muda dapat menggunakan jalan komunikasi sebagai sebuah landasan yang penting dalam interaksi pertukaran.

Komentar

Terbarumore