(Taiwan, ROC) -- Sebelum Organisasi Anti Pencucian Uang Asia Pasifik (APG) datang ke Taiwan untuk melakukan evaluasi timbal balik putaran ke 3, sidang Yuan Legislatif hari Jumat (2/11) meloloskan pembacaan ketiga “hukum pencegahan pencucian uang” dan “hukum pencegahan teroris”, meningkatkan pengendalian kepatuhan hukum internal di lembaga keuangan, perdagangan barang dan layanan transaksi yang akan dimasukkan dalam cakupan hukum pencegahan pencucian uang, bersamaan dengan itu juga akan meningkatkan hukum pencegahan pencucian uang ekternal, membantu Taiwan dalam mengevaluasi hukum anti pencucian uang hingga dapat masuk ke tingkat “daftar pelacakan pada umumnya” tingkatan paling tinggi.
Organisasi Anti Pencucian Uang Asia Pasifik tanggal 5 – 16 November mendatang datang ke Taiwan untuk melakukan evaluasi timbal balik putaran ke 3, demi dapat masuk dalam kategori tingkatan tertinggi “daftar pelacakan umum”, dalam sidang Yuan Legislatif hari Jumat (2/11) meloloskan pembacaan ke 3 peraturan “hukum pencegahan pencucian uang” dan “hukum pencegahan teroris” untuk memperkuat kepatuhan hukum dan untuk melengkapi kekurangan dalam spesifikasi internasional.
Revisi peraturan yang mewajibkan lembaga keuangan dan lembaga non keuangan tertentu atau personel yang ditunjuk untuk membentuk sistem pengendalian pencucian uang internal berdasarkan skala yang ada termasuk mempersiapkan dan secara berkala memperbarui laporan pencegahan pencucian uang dan terorisme, bagi yang melanggar akan dikenakan sanksi berupa denda paling tinggi NTD10 juta bagi lembaga keuangan sementara untuk perorangan atau pelaku bisnis akan dikenakan denda paling tinggi NTD1 juta.
Sementara untuk menanggapi Bitcoin, Ethernet dan mata uang virtual lainnya yang lebih sering digunakan, dalam amandemen undang-undang juga memasukan transaksi perdagangan usaha bisnis dengan mata uang virsual dalam cakupan peraturan pencegahan pencucian uang.
Legislator dari Partai DPP, Chou Chun-mi yang turut dalam revisi UU ini mengatakan, “Tanggal 5 – 16 November APG akan mengirim tim inspeksi ke Taiwan untuk mengevaluasi, apabila negara kita tidak masuk dalam daftar “pelacakan umum” maka tidak saja cakupan layananlembaga keuangan di luar negeri yang nantinya akan disusutkan, warga Taiwan yang akan melakukan investasi, transfer dan lainnya juga mungkin akan diperiksa dengan ketat, dikhawatirkan juga akan menurunkan reputasi di dunia internasional, sekarang ini ada kekurangan apa harus segera kita lengkapi.”
Chou Chun-mi juga mengemukakan, hasil evaluasi pencegahan pencucian uang terbagi atas “pelacakan umum”, “perkuat pelacakan” dan “segera perkuat pelacakan”. Situasi penilaian sejak tahun 1997 Taiwan masuk sebagai salah satu anggota dari APG mengalami penurunan, tahun 2011 masuk dalam kategori “perkuat pelacakan” sama seperti Myanmar, Laos, Afghanistan dan lainnya. Chou menyampaikan, berharap melalui amandemen kali ini dapat berupaya meraih kategori tertinggi yaitu “pelacakan pada umumnya”.