(Taiwan, ROC) - Burung elang kelabu yang ditemukan di Semenanjung Hengchun bulan ini berjumlah 59.500 ekor, mencatat rekor tertinggi dalam tiga dasawarsa terakhir, demikian berdasarkan stastitik yang dirilis oleh Kelompok Riset Raptor Taiwan.
Pengamat burung Tsai I-jung (蔡乙榮) mengatakan, Taman Nasional Kenting, suatu taman preservasi satwa liar di Taiwan selatan, adalah lokasi dengan jumlah elang kelabu terbanyak, di mana dalam satu hari sempat tercatat 10.000 ekor yang melewati Taiwan dalam migrasi menuju selatan.
Menurut Tsai, ketika administrasi Taman Nasional Kenting memulai riset burung migran yang dalam bahasa Inggris disebut sebagai gray-faced buzzard itu pada 1989, jumlah rata-rata elang kelabu yang tercatat melewati Taiwan per tahun adalah 10.000 ekor. Namun sepanjang 20an tahun terakhir, jumlah tersebut meningkat terus, mencapai 53.200 ekor pada 2017 dan naik lagi ke 59.500 ekor tahun ini.
Nama ilmiah elang kelabu adalah Butastur indicus. Burung ini berukuran sedang sekitar 45 cm, berwarna kecoklatan dengan dagu putih yang mencolok, disertai garis hitam di tengah kerongkongan dan kumis hitam. Dalam bahasa Inggris namanya grey-faced buzzard karena banyak darinya memiliki bagian pipi yang berwarna abu-abu.
Jenis ini berkembang biak di kawasan Asia Timur Laut dan bermigrasi ke selatan ketika di lokasi berbiaknya mengalami perubahan musim dari yang hangat ke musim dingin. Pada saat musim dingin mereka akan mengalami kesulitan dalam hal mencari makan. Untuk itu, supaya tetap bisa bertahan hidup mereka melakukan pengembaraan panjang ke selatan. Salah satu lokasi tujuan adalah Indonesia, dan dalam migrasi mereka akan berhenti di sejumlah tempat, salah satunya Taiwan.