History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kementrian Pendidikan Berikan Subsidi Pembangunan Kelas Teknologi Kehidupan Manusia

  • 20 October, 2018
  • Editor
Kementrian Pendidikan Berikan Subsidi Pembangunan Kelas Teknologi Kehidupan Manusia
Kementrian Pendidikan Berikan Subsidi Pembangunan Kelas Teknologi Kehidupan Manusia

        (Taiwan, ROC) – Guna menyelaraskan kemajuan bidang intelegensi artifisial, big data, konektivitas via internet, digitalisasi manufaktur, maka terbuka juga berbagai kesempatan pembangunan terkait hal-hal yang disebut “cerdas” saat ini. Untuk itu kurikulum pendidikan baru 12 tahun yang akan diusung per tahun depan, telah menambahkan mata pelajaran terkait bidang ilmu teknologi, dan berharap mampu mendidik para siswa pelajar untuk bisa memahami, mengerti jalur logika dan kemampuan berhitungnya. Kementrian Pendidikan menyampaikan dengan adanya penambahan pembangunan sarana dan prasarana kelas terkait, juga turut menambah jumlah SDM guru berkualitas dan 4 hal pokok lainnya. Adapun berkenaan dengan pengadaan kelas bidang teknologi, pemerintah juga akan mengucurkan dana subsidi untuk pendidikan terkait, dimana kelak akan ada sebanyak 1.385 kelas pendidikan ilmu teknologi di seluruh Taiwan.

        Dengan penambahan kelas teknologi dalam kurikulum pendidikan 12 tahun tersebut, Kementrian Pendidikan juga akan melakukan pertukaran informasi antar komunitas, kelas studi riset penelitian, penyediaan sarana kelas dan penambahan SDM guru yang lebih beragam, sehingga diharapkan dapat mampu melaksanakan tugas pendidikan yang ada.

        Kementrian Pendidikan menjelaskan bahwa sejak tahun 2017 telah dibentuk “Pusat pembimbing – Komunitas pembimbing bidang teknologi”, yang beranggotakan para pakar ahli dan guru terkait, memiliki tugas untuk memberikan pelayanan konsultasi dan bimbingan bagi guru lainnya. Selain itu pada tahun ini juga telah terbentuk “Tim bimbingan teknologi” yang terdiri dari 21 kabupaten dan kota, dimana khusus dipersiapkan untuk kelas teknologi yang akan segera dibuka. Pihak Dewan Pendidikan Nasional pada tahun ini juga telah memilih 60 sekolah SD dan SMP yang akan dijadikan sebagai lokasi pra bimbingan teknologi, yang akan menjadi lokasi percobaan pelaksanaan kelas terkait, dengan menyesuaikan pada kondisi sekolah yang bersangkutan. Pihak instansi yang berwenang juga akan mengeluarkan program kelas dan buku panduan, untuk diberikan kepada masing-masing sekolah sebagai bahan rujukan.

        Selain itu, sejak tahun 2017 Dewan Pendidikan Nasional mencanangkan dalam kurun waktu 3 tahun, akan membuka kelas manufaktur dan pusat teknologi di sebanyak 100 lokasi. Adapun dana subsidi juga akan mulai diberikan kepada sekolah yang tengah menambah pembangunan sarana pendidikan bidang teknologi, dengan kisaran antara NT$ 600 ribu hingga NT$ 1,2 juta, dengan total jumlah diprediksi mampu mencapai 1.385 sekolah.

        Wakil Menteri Pendidikan Lin Teng-chiao mengatakan, “Berkenaan dengan dana untuk pengadaan sarana dan prasarana pendidikan bidang teknologi untuk sekolah dasar, kami akan membaginya antara 3 hingga 4 tahun, dimana dana yang akan disediakan kurang lebih mencapai NT$ 2,1 milyar. Dalam bidang teknologi tersebut, akan menitikberatkan kepada mendidik para pelajar SD untuk dapat menaruh minat di dalamnya, dan untuk mendidik SDM yang berkualitas yang berguna bagi bidang perindustrian dan bagi negara kelak di kemudian hari.”

        Kementrian Pendidikan menyebutkan bahwa pihak Dewan Pendidikan Nasional akan melakukan inventarisasi secara rutin dan berkala dalam hal penyediaan SDM, memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada pemerintah kota dan kabupaten, membantu menyelaraskan langkah dan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing guru yang ada. Selain itu, juga akan meningkatkan kerjasama dengan bidang perindustrian, sehingga dapat terkonektivitaskan. Berkenaan dengan sekolah yang berada jauh di pedalaman, pihak Dewan Pendidikan Nasional juga akan memasukkan sumber daya bidang teknologi ke dalamnya, dengan mengundang para pakar atau guru untuk bisa membuka kelas dan bersama menciptakan sebuah lingkungan yang bersahabat dalam pendidikan teknologi.

Komentar

Terbarumore