(Taiwan, ROC) - Pemerintah sepenuhnya menghormati kebebasan berbicara, tapi berwajib melawan kritikan berbasis informasi palsu yang diedarkan oleh agensi asing untuk mengacaukan perkembangan demokrasi di Taiwan, demikian ditegaskan Menteri Luar Negeri Joseph Wu (吳釗燮) di suatu seminar Taiwan-Amerika Serikat di Taipei, Kamis, 18 Oktober.
Melalui sambutan dalam pembukaan seminar yang diselenggarakan di bawah Kerangka Kerja Sama dan Pelatihan Global (Global Cooperation and Training Framework/GCTF), Wu meyakinkan dibutuhkannya suatu mekanisme penanganan berita atau informasi palsu yang biasanya menyebar dengan kecepatan tinggi melalui internet.
Joseph Wu mengatakan, “Ditilik secara jangka panjang, kerusakan akibat hoax atau berita palsu membutuhkan suatu mekanisme penanganan. Di Tiongkok, seorang netizen mungkin hanya perlu dibayar lima sen untuk menyebarkan informasi palsu. Tapi untuk menyangkal kepalsuan berita hoax ini, dibutuhkan modal jauh lebih tinggi. Untuk itu, penanganan bersangkutan tidak boleh hanya ditangani oleh pemerintah, melainkan hendaknya berpusat pada setiap individu yang berkemampuan menerima atau menyebarkan informasi, termasuk reporter, cendekiawan dan warga dari sektor lain.”
Didirikan pada Juni 2015, GCTF bertugas mendukung kerja sama bilateral dalam bidang kesehatan umum, bantuan kemanusiaan dan isu-isu global lain. Untuk seminar ke 13 pada tahun ini, sejumlah 12 negara dari dua benua turut meramaikan seminar bertajuk kerja sama mempromosikan literasi media.