(Taiwan/ROC) --- Perdana Menteri William Lai saat menerima pertanyaan dari anggota legislator Partai DPP, Chiang Yung-Chang-chiang (江永昌) mengemukakan bahwa ia menyetujui keputusan Kementerian Ekonomi (MOE) untuk tidak melanjutkan pembangunan PLT Shenao. Hal ini didasarkan pada inventarisasi yang dilakukan secara mendetail oleh MOE. Selain itu, setelah Stasiun Penerima Gas Alam Ketiga Guan Tang dibangun dan masih ada daya listrik yang dapat dipasok.
Apakah pembangunan PLT Shenao akan terus dilakukan, mengingat Dirjen Perlindungan Lingkungan (EPA) telah meloloskan “Analisa Stasiun Penerima Gas Alam Cair Ketiga Guan Tang CPC”. Terkait hal ini, PM Lai pada Jumat lalu (5/10) mengemukakan jika stasiun ketiga ini berhasil dibangun dan pasokan listrik tidak ada masalah, maka Yuan Eksekutif akan mengkaji kembali kelayakan penangguhan pembangunan PLT Shenao.
Selang 1 minggu kemudian, PM Lai secara resmi di dalam rapat Yuan Legislatif mengumumkan dirinya mendukung keputusan MOE untuk menangguhkan pembangunan PLT Shenao.
PM Lai mengatakan, “MOE telah setuju untuk menghentikan pembangunan PLT Shenao, Yuan Eksekutif menyetujuinya. Kami menyetujui keputusan MOE dan menangguhkan pembangunan PLT Shenao”.
Terkait alasan utama penangguhan pembangunan PLT Shenao, MOE menjelaskan pasokan listrik yang akan disediakan oleh “Stasiun Guantang” untuk PLT Tatan akan cukup dan mampu menyisakan sumber daya listrik berikutnya. Menteri Ekonomi Shen Jong-chin (沈榮津) menambahkan MOE telah menginventarisasi dengan cermat dan akhirnya memutuskan untuk menghentikan pembangunan Shenao.
Shen Jong-chin mengatakan, “Setelah Stasiun Penerima Gas Alam Cair Ketiga Guan Tang dibangun, dan seperti yang telah disampaikan oleh anggota legislator; ini mampu menyediakan 4,28 juta KW. Dan setelah dikurangi dengan 3 juta KW daya listrik yang akan disalurkan ke PLT Tatan, masih tersisa sekitar 1,28 juta KW pasokan listrik. Angka ini menggantikan peran dari PLT Shenao, yang diperkirakan dapat menghasikan daya sebanyak 1,2 juta KW. Atas pertimbangan ini, MOE mengambil keputusan untuk menangguhkan pembangunan PLT Shenao”
Chiang Yung-Chang-chiang mengemukakan rasio energi untuk mencapai tujuan “Kawasan Bebas Nuklir Tahun 2025”, adalah 50% gas alam, 30% batu bara dan 20% sumber energi terbarukan. Ia meminta kepada pemerintah untuk merealisasikan visi “Bebas Nuklir” dan menjamin kestabilan pasokan listrik. PM Lai mengemukakan pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin.
Selain itu terkait dengan PLT Batubara Taichung, Shen Jong-chin mengemukakan bahwa pembangunan unit gas alam PLT Taichung akan selesai pada tahun 2023 -2024, maka unit batubara dari PLT Taichung akan dihentikan dan hanya berfungsi sebagai cadangan darurat. Perdana Menteri William Lai mengemukakan pemerintah sangat memperhatikan isu pencemaran udara, dan akan merencanakan program pengurangan polusi udara. Ia juga menambhkan kualitas udara di Taiwan akan berangsur membaik.