(Taiwan, ROC) – Pada hari Rabu tanggal 6 Agustus, kota Lagos, Nigeria, kembali diberitakan terdapat satu kasus kontaminasi virus Ebola yang berakhir dengan kematian. Hingga saat ini, kasus virus Ebola telah merenggut lebih dari 900 nyawa manusia. Kasus tersebut telah mengkhawatirkan masyarakat dunia, terlebih-lebih setelah kasus virus Ebola telah menyebar hingga ke kota besar di Nigeria dan penyebaran virus Ebola tidak dapat dikendalikan. Pihak pemerintah Nigeria telah meminta bantuan medis kepada negara Amerika Serikat untuk penanggulangan virus tersebut.
2 warga Amerika yang bertugas dalam bidang pelayanan religius, terkena virus Ebola saat berada di Liberia. Kini kedua pasien telah dipulangkan ke negara asalnya untuk diobati dengan obat hasil riset yang bernama ZMapp. Penderita usai mendapatkan pengobatan telah berangsur terlihat pulih, namun obat riset jenis ZMapp sangat sulit untuk diproduksi.
Menteri Kesehatan Nigeria, Onyebuchi Chukwu, pada hari Rabu tanggal 6 Agustus kemarin, telah menghubungi badan penanggulangan penyakit menular Amerika atau CDC, guna mencari tahu kemungkinan untuk mendapatkan obat tersebut.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah menggelar rapat darurat tertutup pada tanggal 6 Agustus kemarin dan memutuskan akan melihat situasi kondisi penyebaran virus Ebola beberapa hari terakhir ini, baru dapat disimpulkan apakah kasus virus Ebola akan dinyatakan sebagai kasus epidemi darurat internasional atau tidak. Keputusan tidak akan diumumkan sebelum tanggal 8 Agustus.
Pihak WHO menyebutkan bahwa pada awal tahun ini, sejak kasus epidemi virus Ebola melanda wilayah Barat Afrika, telah menyebabkan 932 orang meninggal dunia dan pasien yang terserang virus Ebola telah berjumlah sebanyak 1.711 orang. Semua kasus dilaporkan terjadi di negara Guinea, Liberia dan Sierra Leone.
Afrika Barat sejak tanggal 2 hingga 4 Agustus telah terdapat sebanyak 45 orang yang meninggal dunia, sementara satu perawat yang bertugas di kota Lagos, Nigeria, juga dinyatakan telah meninggal dunia akibat serangan virus Ebola. Organisasi Medis Lintas Negara atau MSF dan berbagai institusi medis lainnya menyebutkan bahwa epidemi virus Ebola yang terjadi dewasa ini telah lepas kendali.
Presiden Liberia, Ellen Johnson Sirleaf, berdoa meminta muzizat dari Yang Maha Kuasa, serta mengharuskan semua masyarakat untuk melakukan puasa dan doa bersama selama 3 hari berturut-turut.
Juru bicara pihak militer negara Sierra Leone mengumumkan bahwa kini telah terdapat 800 prajurit yang dimasukkan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, dimana 50 di antaranya adalah perawat militer.