(ANTARA / RTI) - Kondisi sistem kelistrikan di Palu, Sulteng, sudah menyala 85 persen, setelah mati total sejak diguncang gempa dan tsunami pada Jumat (28/9).
Asisten Analis Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN Regional Sulawesi, Agung Ari Susanto, merinci bahwa enam dari tujuh gardu induk di Sulawesi Tengah yang ada kini sudah menyala. Gardu induk itu berada di Poso, Pamona, Pasang Kayu, Silae, Sidera, Talise, dan Parigi. Agung juga menyebutkan 31 dari 45 penyulang sudah beroperasi. Ke-31 penyulang yang sudah beroperasi itu telah membuat 31 lokasi jaringan berjalan normal.
Pelanggan prioritas yang telah menyala ada di sembilan perkantoran pemerintah dan TNI/Polri, instansi PDAM, sembilan kantor perbankan dan ATM, sembilan lokasi SPBU, enam rumah sakit, delapan BTS (base transciever station), dan 12 titik ekonomi Palu.
Untuk memulihkan sistem kelistrikan tersebut, PLN mengerahkan 1.141 personel bantuan dari berbagai daerah, terdiri atas tenaga pembangkitan, tenaga transmisi, tenaga distribusi, tenaga logistik, dan tenaga kesehatan.
Sementara itu tim penanggulangan bencana dari Jepang tiba di Palu, Sabtu, untuk membantu pemerintah Indonesia menangani penanganan bencana gempa dan tsunami Donggala-Palu, Sulawesi Tengah.
Tim Penanggulangan Bencana Jepang (The Japan Disaster Relief Team) terdiri atas Unit Pasukan Bela Diri Jepang juga membawa barang bantuan tanggap darurat. Pesawat Hercules C-130H Japan Air Self-Defense Force (Pasukan Bela Diri Udara Jepang) setibanya di Bandara Mutiara Palu langsung menurunkan barang bantuan.
Sebelumnya Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Masaki Tani menyebutkan bahwa atas nama pemerintah dan rakyat Jepang, dia menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya bagi keluarga para korban yang meninggal dunia dan simpati terdalam kepada semua korban bencana.
Tim Penanggulangan Bencana Jepang, katanya, akan mengadakan aktivitas bantuan termasuk transpotasi barang-barang kebutuhan di Sulawesi Tengah. Selain itu, disalurkan barang bantuan darurat berupa tenda, pemurni air dan genset senilai sekitar Rp3 miliar melalui Japan International Cooperation Agency (JICA).
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe sebelumnya juga telah mengirimkan ucapan simpati dan belasungkawa kepada Presiden Joko Widodo atas musibah yang terjadi di Palu dan Donggala.
Selama ini Jepang juga telah banyak mengalami kerusakan dahsyat akibat gempa dan tsunami seperti Indonesia. Karena itu, Jepang siap memberikan bantuan dalam bentuk apapun, seperti pemberian barang bantuan darurat dan lainnya.