(Taiwan, ROC) – Menteri Pertahanan Nasional (MND) Yen Teh-fa pada hari Rabu tanggal 3 Oktober dalam rapat interpelasi yang dilakukan oleh Dewan Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Nasional Yuan Legislatif, memberikan laporan bahwa pihak militer Daratan Tiongkok dalam menjalankan aksi kemiliterannya di kepulauan di kawasan perairan Laut Selatan, serta penerbangan lintas pulau oleh pesawat tempurnya, dimana hal ini jelas-jelas menunjukkan bahwa ada perluasan bidang kemiliteran yang dilakukan oleh pihak Daratan Tiongkok. Selain itu, Daratan Tiongkok telah menganggarkan dana militer sebesar 1,1069 trilyun Renminbi untuk tahun ini, yang digunakan untuk memutakhirkan satuan militernya.
Selain itu, merujuk kepada laporan “Pembangunan militer dan keamanan militer Daratan Tiongkok tahun 2018” yang dirilis oleh Amerika Serikat, disebutkan jika pihak Daratan Tiongkok tidak pernah melepas kebijakan kemungkinan menggunakan kekuatan militer dalam menghadapi masalah Taiwan, sehingga ini juga menunjukkan jika Taiwan menjadi target strategi perang Daratan Tiongkok.
Yen Teh-fa mengatakan, “Beberapa tahun terakhir ini, pihak militer Daratan Tiongkok terus melakukan latihan militer di sekitar perairan Laut Selatan, Mongolia dalam Zhurihe Training Base dan membangun lanskap kawasan Bo’ai Special Zone imitasi guna dijadikan sebagai bagian sasaran tempur. Selain itu masih adanya latihan militer dengan menggunakan peluru asli di perairan Timur dan Selatan, melakukan penerbangan lintas pulau, dimana semua ini dimaksudkan untuk merubah status-quo di perairan Taiwan.”
Meskipun demikian, satuan militer nasional juga telah memiliki jalan antisipasi dalam melakukan pertahanan dan perlindungan. Yang pertama untuk hal pelatihan prajurit, Yen Teh-fa menjelaskan bahwa pada tahun depan akan melakukan perubahan sistim perekrutan prajurit dan program pelatihannya, guna mampu meningkatkan daya dan persiapan perang. Untuk setiap kwartalnya, akan membentuk tim tempur yang berkualitas dalam kurun waktu satu bulan.
Berkenaan dengan perlengkapan alutsista, pihak MND menjelaskan selain melakukan pemutakhiran kemampuan tempur pesawat jenis F-16 A/B, penambahan kendaraan amphibi, juga telah membeli beberapa perlengkapan militer penting dari Amerika Serikat.
Yen Teh-fa mengatakan, “Memogramkan pembelian sarana persenjataan yang tidak dapat diproduksi sendiri namun sangat diperlukan dari pihak Amerika, meningkatkan hubungan kerjasama dalam hal keamanan dengan pihak Amerika. Penambahan dana anggaran pertahanan keamanan nasional, juga sekaligus menunjukkan kebulatan tekad kita dalam hal melakukan perlindungan diri, dengan adanya alutsista modern, maka mampu memperkuat negara sekaligus meningkatkan kepercayaan diri masyarakat terhadap kemampuan MND.”
Yen Teh-fa menambahkan dalam menghadapi tekanan dan ancaman dari Daratan Tiongkok, maka Kementrian Pertahanan Nasional akan berupaya semaksimal mungkin dalam mencapai target negara, tidak mengecewakan harapan rakyat dan tugas yang diembannya.