History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

15 Negara Sahabat Bersuara untuk Taiwan Dalam Sidang Majelis Umum PBB

  • 02 October, 2018
  • Editor
15 Negara Sahabat Bersuara untuk Taiwan Dalam Sidang Majelis Umum PBB
15 Negara Sahabat Bersuara untuk Taiwan Dalam Sidang Majelis Umum PBB

(Taiwan/ROC) --- Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) ke 73 telah berakhir. Kementerian Luar Negeri (MOFA) pada Selasa (2/10) mengumumkan akan negara-negara sahabat yang mendukung dan berbicara untuk Taiwan. MOFA melaporkan terdapat 15 negara yang memberikan dukungan kepada Taiwan dan menuliskan surat kepada Sekjen PBB. 

 

MOFA melanjutkan terdapat 12 negara yang berbicara untuk Taiwan, meliputi Paraguay, Kepulauan Marshall, eSwatini, Kiribati, Nauru, Palau, Tuvalu, Saint Lucia, Saint Vincent dan Grenadine, Saint Kitts dan Nevis, Kepulauan Solomon, Belize. Dan terdapat 12 negara yang mengajukan surat kepada Sekjen PBB; meliputi Belize, eSwatini, Haiti, Kiribati, Kepulauan Marshall, Nauru, Palau, Saint Kitts dan Nevis, Saint Lucia, Saint Vincent dan Grenadine, Kepulauan Solomon, Tuvalu, Nikaragua, Honduras dan Paraguay. 

 

Selain itu, Vatikan dan Guatemala diketahui tidak memberikan suara dan mengajukan surat kepada Sekjen PBB.

 

Juru bicara MOFA Andrew Lee (李憲章) mengemukakan bahwa Pemerintah Republik Tiongkok mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh negara sahabat dan komunitas internasional, dalam rangka mendukung partisipasi Taiwan di dunia internasional. Taiwan akan terus berupaya dalam mengemban tanggung jawab sebagai mitra global, dan berkontribusi bagi pembangunan yang berkelanjutan. 

 

Andrew Lee mengatakan, “Ini merupakan pekerjaan jangka panjang. Kita bergerak bukan semata-mata karena isu ini diangkat dalam Sidang Majelis Umum PBB. Semua rekan terkait yang tersebar di seluruh penjuru, bekerja sama dan mempromosikan, baik dengan jajaran pemerintah, pemimpin atau pun media. Ini merupakan pencapaian jangka panjang dan usaha yang dilakukan selama bertahun-tahun.” 

 

Andrew Lee menekankan bahwa selain memperhatikan fakta dukungan di Sidang Majelis Umum PBB, Taiwan juga harus menjunjung tinggi faktor pendukung lainnya. Misal melalui propaganda di sektor kebudayaan, media sosial dan interaksi dengan para akademisi dan pemimpin. Dengan demikian, diharapkan dapat membuat negara luar memperhatikan kerja keras yang tengah diusahakan oleh Taiwan.

Komentar

Terbarumore