(ANTARA / RTI) - Gempa dengan magnituro 7,4 Skala Richter di Donggala, Sulawesi Tengah, energinya sekitar 2,5x10^20 Nm atau setara dengan 3x10^6 Ton-TNT atau 200 kali bom atom Hiroshima, kata Deputi Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Wahyu W Pandoe.
Dalam siaran pers Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Jakarta, Sabtu, Wahyu menyatakan bahwa berdasar simulasi model analitik-numerik, Kota Palu-Kabupaten Donggala dan sekitarnya mengalami deformasi vertikal berkisar -1,5 sampai 0,50 meter akibat gempa.
Daratan di sepanjang pantai di Palu Utara, Towaeli, Sindue, Sirenja, Balaesang, diperkirakan mengalami penurunan 0,5-1 meter dan di Banawa mengalami penaikan 0,3 cm, katanya.
Gempa bumi ini berpusat di darat dengan sekitar 50 persen proyeksi bidang patahannya berada di darat dan sisanya di laut.
Berdasarkan model, tinggi tsunami di sepanjang pantai mencapai antara beberapa centimeter hingga 2,50 meter. Tsunami berpotensi lebih tinggi lagi karena efek turunnya daratan di sekitar pantai dan amplifikasi gelombang akibat batimetri serta morfologi teluk.
Presiden Joko Widodo akan bertindak cepat dan memimpin langsung operasi kemanusiaan guna membantu masyarakat di daerah terdampak bencana alam gempa Bumi di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah. Optimisme itu disampaikan Sekretaris Tim Kampanye Nasional calon presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, di Jakarta Sabtu 29 September.
Tim kampanye itu mengucapkan duka cita mendalam terhadap korban meninggal dunia pada bencana alam gempa bumi dan tsunami di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah. Mereka juga mengucapkan turut prihatin kepada korban selamat yakni warga masyarakat di daerah terdampak bencana.
Ia juga mengapresiasi langkah TNI, Badan SAR Nasional yang dipimpin Marsekal Madya TNI M Syaugi, Kepolisian Indonesia, dan PMI yang langsung turun ke lokasi bencana, memberikan pertolongan kepada warga yang menjadi korban bencana.
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) telah mengaktifkan fasilitas radio amatir pada Satelit Lapan A2/Lapan-Orari untuk memudahkan relawan berkoordinasi pascagempa, ujar Kepala Lapan Thomas Djamaluddin. Karena fasilitas ini menggunakan satelit maka Thomas mengatakan jangkauannya luas sehingga bisa membantu relawan untuk berkoordinasi sampai ke Jakarta dan daerah-daerah lainnya. Menurutnya komunikasi radio amatir sering dijadikan alternatif komunikasi dari daerah bencana ketika jaringan telepon terganggu. Satelit mikro buatan Lapan ini dilengkapi Automatic Packet Reporting System (APRS) yang mendukung komunikasi untuk penanganan bencana.
Bekerja sama dengan Organisasi Radio Amatir Indonesia (Orari) sehingga memungkinkan satelit Lapan-A2 menjangkau 700.000 pengguna radio amatir di Indonesia. Dengan cara ini Orari dapat berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Tim SAR guna mencari jalur evakuasi alternatif atau pengiriman bantuan. APRS juga dapat mendukung pengiriman pesan singkat melalui gelombang radio yang dapat dilakukan menggunakan perangkat-perangkat penerima komunikasi radio modern.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan 384 orang meninggal dunia pascagempa, dimana angka ini hanya untuk di Palu saja, yang di Donggala belum terdata, kata Kepala BNPB Sutopo Purwo Nugroho.
Seluruh korban jiwa dan yang mengalami luka-luka yang sudah terdata oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ini sudah berada di rumah sakit.
Pendataan kerusakan juga sedang dilakukan di lapangan. Dari laporan terakhir rumah, pusat perbelanjaan, hotel, rumah sakit, bandara, jembatan banyak mengalami kerusakan bahkan ambruk.
"Diduga ratusan orang belum dapat dievakuasi, ada pula hotel 80 kamar yang juga belum diketahui jumlah penghuni yang dievakuasi. Diduga ada ratusan yang belum diketahui nasibnya yang sedang melakukan gladi resik di arena festival perayaan HUT Kota Palu," ujar dia.
Bahkan, menurut Sutopo, Jembatan Kuning yang menjadi ikon di Kota Palu juga ambruk, sejumlah ruas jalan Trans Sulawesi menuju Kota Palu dan Donggala ada yang longsor dan rusak karena gempa.
Saat ini pencarian dan evakuasi korban masih dilakukan selain juga upaya bersama Kementerian/Lembaga dan instansi terkait untuk menormalkan kembali aliran listrik, telekomunikasi dan akses jalan untuk memudahkan bantuan masuk ke Kota Palu dan Donggala.