History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

RTI 90 – Antisipasi Media Terhadap Berita HOAX

  • 29 September, 2018
  • Editor
RTI 90 – Antisipasi Media Terhadap Berita HOAX

        (Taiwan, ROC) – Salah satu mata acara perayaan HUT RTI ke 90 kali ini adalah seminar yang bertajuk “Tantangan Pemberitaan – Diskusi bersama Pakar Internasional”, yang digelar pada hari Jumat tanggal 28 September. Seminar tersebut juga turut mengundang para pakar ahli dalam dan luar negeri, untuk berbagi pengalaman yang ditemukan dan dihadapi di tengah era perkembangan dan perubahan dunia internet serta teknologi informatika. Selain itu juga menguji peran serta dari para jurnalis dan wartawan dalam pemberitaan. Pakar ahli menggunakan cara ‘bercerita’ untuk menjawab tantangan yang dihadapi, serta masalah berita hoax yang tengah menjadi sebuah trend buruk. Berkenaan dengan pemberitaan yang diharapkan dapat terus berkesinambungan, maka di dalam seminar yang digelar, juga secara khusus mengupas tentang ‘apa yang disebut dengan kebenaran dalam berita’.

        Salah satu pakar yang menjadi tamu undangan untuk berbagi pengalamannya adalah Asisten Dosen di Universitas Hongkong jurusan berita dan bidang penyiaran, Masato Kajimoto, serta penyiar kondang RTI siaran Bahasa Inggris, Natalie Tso.

        Masato Kajimoto mengambil contoh kasus yang terjadi di bandara Kansai, dimana saat itu juga tersebar banyak berita hoax atau tidak benar, sehingga kondisi saat itu dianggap sebagai kondisi yang sangat buruk, karena telah memengaruhi setiap orang, untuk itu dibutuhkan kembali penggunaan nalar rasional dalam pemberitaan. Ia menjelaskan bahwa pemberitaan yang berkesinambungan hendaknya merujuk kembali kepada kenyataan “Scientific Fact”, dan media memiliki tanggung jawab untuk benar-benar memikirkan apa yang disebut sebagai berita yang aktual.

        Masato Kajimoto mengatakan, “Ada kalanya sesuatu hal dianggap nyata oleh seseorang, dimana saat Anda melihat hal tersebut dari sebelah kiri akan terlihat bundar, berwarna biru. Sehingga dari sudut pandang Anda, maka hal tersebut adalah sebuah hal yang nyata. Namun jika melihat dari sudut pandang yang berbeda, akan terlihat berwarna orange dan persegi empat. Oleh sebab itu, kenyataan sebenarnya berada di antara ke dua sisi tersebut, sehingga akan sangat menyulitkan setiap manusia dalam membacanya. Kasus yang terjadi di bandara Kansai adalah sebuah contoh, dimana dari HP bisa dilihat bahwa turis asal Daratan Tiongkok merasa pemerintah Daratan Tiongkok yang memberikan bantuan kepada mereka, namun setelah naik ke atas bus yang disediakan, petugas bandara Kansai bertanya apakah mereka orang Tiongkok, inginkah Anda untuk pergi ke tempat parkir di Izumisano, di sana telah ada bus yang tengah menunggu.”

        Masato menjelaskan bahwa perkembangan internet telah sangat maju, dan media kerap bermain dengan judul berita untuk mendapatkan perhatian dari para netters, bahkan terkadang judul dan isi tidak sesuai. Selain itu juga ada negara yang memberlakukan penarikan biaya jika membaca berita yang disambungkan ke situs di luar facebook. Hal ini tentu menyebabkan para netters menjadi terbiasa hanya membaca judul saja dan tidak membaca isi beritanya. Semua hal ini menjadi sebuah tantangan baru untuk media.

        Sementara itu, Natalie Tso mengambil 3 contoh bagian pemberitaan, antara lain perdagangan manusia, penyakit kejiwaan pemuda dan imigran baru, dimana semuanya memiliki tingkat sensitivitas yang sangat tinggi. Natalie berupaya keras dan sangat berhati-hati dalam menulis berita, karena isu-isu demikian akan sangat rentan untuk melukai perasaan mereka. Dalam melakukan wawancara, dirinya juga kerap menemukan berbagai hal yang gelap dan mungkin saja tabu, sehingga yang diwawancarai juga enggan untuk melanjutkan ceritanya. Sekalipun kondisi demikian cukup menyedihkan, namun sebagai seorang jurnalis yang profesional, Natalie terus belajar untuk mendobrak berbagai rintangan dan halangan saat melakukan peliputan, dan menyajikan yang terbaik bagi masyarakat.

Komentar

Terbarumore