(Taiwan, ROC) -- Gempa berkekuatan 7,7 SR terjadi di pulau Sulawesi, Indonesia pada pukul 5.02 sore waktu setempat (pukul 6.02 waktu Taiwan) membuat penduduk lari ketakutan, anak-anak menanggis. Hingga berita ini disiarkan masih belum jelas jumlah korban.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, hari Jumat (28/9) malam memberikan penjelasan, gempa kali ini yang berpusat 27km timur laut kota Donggala, Sulawesi dengan kedalaman 10 km.
Sekitar 3 jam sebelumnya yaitu pukul 2 siang (pukul 3 sore waktu Taiwan) terjadi gempa berkekuatan 6,1 SK di laut pulau Sulawesi yang mengakibatkan 1 orang meninggal dan 10 orang luka-luka, kemudian di daerah sekitarnya kembali tersebar kabar terjadi gempa berkekuatan 7,7 SR. berdasarkan Survei Geologi Amerika Serikat sebelumnya menunjukkan gempa kedua yang terjadi berkekuatan 7,5 SR.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan tsunami pada bagian Sulawesi Tengah dan Barat, meminta penduduk untuk berevakuasi ke tempat yang lebih tinggi, daerah peringatan mencakup bagian barat dan utara kabupaten Langara, Mamuju utara dan Ibukota Sulawesi Tengah yaitu Palu. Di jalan kota Palu sempat terserang tsunami setinggi 2 meter.
Setelah melalui pengamatan perubahan gerak laut selama 30 menit, pemerintah Indonesia barulah mencabut peringatan tsunami dan menyampaikan saat ini situasi sudah aman, penduduk yang dievakuasi dapat kembali pulang ke rumah masing-masing.
Berdasarkan video terjadinya tsunami dari BNPB, terlihat penduduk berlarian ketakutan, anak kecil dan perempuan menangis ketakutan, banyak bangunan dan rumah yang rusak atau roboh.
BNPB bersama TNI, Polri dan instansi lainnya bekerja sama untuk memberikan bantuan pada wilayah bencana. Dalam penjelasan juga mengemukakan, saat ini gempa berkekuatan 6,1 SR telah memakan korban 1 orang meninggal dan 10 orang luka-luka serta puluhan bangunan dan rumah rusak. Sutopo memperkirakan gempa kedua yang lebih kuat mungkin akan mengakibatkan lebih banyak kerusakan dan korban. BNPD menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap gempa susulan dan tidak tinggal di rumah atau berada dalam bangunan.