(Taiwan/ROC) --- Sidang Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang berlangsung selama 3 hari, kini telah berakhir. Terdapat 8 negara sahabat yang menyuarakan pendapatnya akan Taiwan; meliputi Paraguay, Kepulauan Marshall, Kerajaan eSwatini, Kiribati, Nauru, Palau, Saint Vincent dan Grenadine, dan Tuvalu. Saint Vincent dan Grenadine berbicara pada Sidang Umum PBBdi hari ketiga. Mereka secara khusus meminta kepada PBB untuk tidak mengecualikan Taiwan. Tuvalu menekankan bahwa kemitraan Taiwan memainkan peran yang sangat penting. Jika Taiwan dapat memperoleh pengakuan yang sah, maka Taiwan dapat berkontribusi lebih bagi pembangunan global yang berkelanjutan.
Saint Vincent dan Grenadine yang berada di kawasan Amerika Latin bersama dengan Negara Kepulauan Pasifik Tuvalu, berbicara dalam Sidang Umum PBB di hari ketiga. Presiden Haiti Jovenel Moïse, dalam pidatonya tidak menyinggung nama Taiwan. Selain itu, dua hari sebelumnya Honduras dan Guatemala dalam pidatonya, juga tidak menyebutkan nama Taiwan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri (MOFA) Andrew Lee (李憲章) mengatakan, “Kami menghormati berbagai cara yang diperlihatkan oleh negara sahabat dalam menyuarakan pendapatnya untuk kami. Tentunya ini juga harus disesuaikan dengan cara masing-masing. Selanjutnya, masih ada pertemuan tingkat tinggi lainnya; seperti penyakit tidak menular dan tuberculosis. Sebelumnya, kami juga telah berdialog dengan negara sahabat”.
Perdana Menteri Saint Vincent dan Grenadine, Ralph E. Gonsalves melalui pidatonya mengemukakan bahwa PBB tidak terpengaruh akan faktor sejarah dan ideologi, menerima keanggotaan negara-negara kecil yang hanya memiliki populasi sebanyak 10.000 penduduk. Namun hal ini terasa kontras dengan fakta 23 juta penduduk Taiwan. PBB tidak memiliki dasar dan prinsip untuk menolak hak partisipasi Taiwan dalam berbagai organisasi internasional.
Perdana Menteri Tuvalu, Enele Sopoaga juga menyuarakan pendapatnya. Ia mengemukakan bahwa kontribusi Taiwan bagi Tuvalu pribadi dan pembangunan berkelanjutan sangatlah berarti. Taiwan memiliki tanggung jawab dan mampu memberikan bantuan bagi perkembangan global. Jika Taiwan dapat memperoleh pengakuan yang sah, maka Taiwan dapat semakin menyediakan upaya dan langkah untuk mencapai pembanguan yang berkesinambungan.
Tuvalu percaya bahwa PBB harus mengkoordinasikan agar Taiwan dapat mengikuti pertemuan dan forum penting PBB, serta hadir dalam rapat badan badan khusus PBB
Enele Sopoaga menyebutkan bahwa Tuvalu pada Bulan Agutus 2019 akan menjadi tuan rumah “Forum Kepuluan Pasifik”. Forum ini akan mengundang seluruh pemimpin, teman dan mitra dari negara-negara yang berada di Kepuluan Pasifik. Selain itu, ia juga mengucapkan terima kasih atas kemurahan hati yang telah diberikan Taiwan dan India, dalam rangka memberikan bantuan untuk mewujudkan forum penting ini.
Enele Sopoaga menambahkan bahwa kemajuan yang dimiliki Tuvalu saat ini, juga tidak terlepas dari bantuan semua pihak, khususnya Taiwan dan organisasi Bank Pembangunan Asia.