(Taiwan/ROC) --- Dalam rangka untuk meningkatkan efek jera bagi investasi ilegal Daratan Tiongkok di Taiwan, Yuan Eksekutif beberapa hari lalu telah meloloskan Amandemen Peraturan Hubungan Lintas Selat. Dalam RUU ini dianjurkan untuk menaikkan jumlah denda. Namun hal ini ternyata mengundang kontra di masyarakat luas, yang menilai tindakan ini hanya akan merenggangkan hubungan antar keduanya. Terkait hal ini, Ketua Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC) Chen Ming-tong (陳明通) pada Jumat (28/9) mengemukakan bahwa amandemen RUU dilakukan adalah untuk membangun mekanisme yang mumpuni dan tidak ada hubungannya untuk membatasi pertukaran. Dengan adanya mekanisme pertukaran yang sehat, maka dapat menciptakan kerja sama yang menguntungkan kedua pihak.
Yuan Eksekutif pada Kamis (27/9) meloloskan Amandemen Peraturan Hubungan Lintas Selat, dengan menganjurkan untuk memberikan hukuman denda bagi pihak investor Daratan Tiongkok yang tanpa izin menanamkan modalnya di Taiwan. Jumlah denda yang ditetapkan adalah sebesar NT$ 25 juta. Pihak luar menilai bahwa MAC telah membatasi pertukaran lintas selat. Namun, Ketua MAC Chen Ming-tong melalui wawancara pada Jumat (28/9) menyarankan agar masyarakat jangan berinterpretasi demikian.
Chen Ming-tong mengambil contoh akan jumlah hukuman yang telah ditetapkan semenjak dibukanya investasi Daratan Tiongkok ke Taiwan semenjak tahun 2009. Pembentukan mekanisme merupakan langkah normal yang akan diambil oleh setiap negara berdemokrasi. Ia menegaskan peraturan yang diberlakukan telah disesuaikan dengan investor Daratan Tiongkok.
Chen Ming-tong mengatakan, “Semenjak dibukanya izin pada tahun 2009, kini telah ada 1000 investor Daratan Tiongkok di Taiwan. Terdapat 30 pengusaha yang telah dihukum. RUU ini jangan disalah artikan dengan niat kami untuk memperkecil apapun. Sikap investor yang sesuai dengan hukum, tentu akan sangat kami dukung. Namun investasi harus dibarengi dengan mekanisme yang baik. Jika Anda melanggar, maka harus menanggung hukumannya. Ini merupakan hal yang biasa terjadi di negara berdemokrasi”.
Apakah ada pertimbangan keamanan nasional, sebelum menetapkan RUU ini? Chen Ming-tong mengemukakan bahwa Regulasi Hubungan Antar Selat, merupakan ketentuan yang selain mempertimbangkan pertahanan nasional, ini juga merupakan mekanisme yang mendukung kelancaran hubungan lintas selat. Tujuan dasar dari ketentuan ini adalah untuk memperlancar hubungan kerja sama.
Chen Ming-tong mengatakan, “Sebelum menetapkan ketentuan ini, tentu telah mempertimbangkan unsur keamanan nasional. Ini jelas juga akan mempertahankan mekanisme dan bertujuan memperlancar hubungan kerja sama. Kehadirannya merupakan penopang pertukaran antar selat. Hal ini berbeda dengan kondisi sebelumnya, yang mana pertukaran tidak diizinkan, sehingga mekanisme ini juga tidak akan ada”.
Ketua MAC merasa bahwa ketentuan ini diperlukan untuk menetapkan prosedur dan dapat mempromosikan perkembangan perdamaian di kawasan selat. Ia menekankan bahwa ketetapan terkait adalah untuk mendukung situasi kerja sama yang semakin normal.