(Taiwan, ROC) Media memberitakan pada akhir tahun ini referendum terfokus pada pemilihan umum diprediksikan akan terjadi masalah dengan staf pengurus pemilu. Juru Bicara Komisi Pemilihan Pusat (CEC) Chen Chao-chien(陳朝建) pada hari Senin ini (24/9) menyampaikan, sementara ini masih dalam perencanaan perekrutan tenaga, akan mengadopsi metode hari libur pengganti dan menaikkan pemberian biaya kerja bagi staf pengurus pemilu, agar kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar.
Akhir tahun akan menjalankan pemilu, staf pengurus akan disibukkan dengan kegiatan ini, terlebih-lebih sementara ini ada 10 petisi yang masih dalam tahap pemeriksaan di instansi pemerintahan, apakah akan menjadi referendum akan diketahui pada bulan Oktober mendatang. Akan tetapi, Media China Times memberitakan, pemilu 9 in 1 tahun 2018, akan menghadapi masalah hingga tanggal 23 September 2018, 6 kota 16 kabupaten masih kekurangan 57 ribu lebih staf pengurus, kawasan New Taipei dan Taoyuan mengalami kekurangan lebih dari puluhan ribu pengurus. CEC setempat kewalahan dan hingga saat ini masih dalam tahap mengupayakan.
CEC merencanakan persiapan lebih dari 20 ribu staf pengurus untuk penempatan tugas pemilu dan referendum. Mengenai kekurangan tenaga yang disampaikan oleh CEC daerah setempat, jubir Chen mengutarakan, setiap CEC daerah setempat akan terus memberikan laporan kondisi perkembangan mereka terakhir, secara nyata, pihaknya yakin kendala ini akan dapat teratasi dan kini masih aktif mengupayakannya.
Juru bicara Chen mengemukakan, seluruh Taiwan ada 15886 pos pemungutan suara. Akhir tahun akan melangsungkan pemilu 9 in 1 pada tanggal 24 Nopember, CEC merencanakan pemilu dan perhitungan suara referendum secara bersamaan, dengan urutan setelah perhitungan suara pemilu baru melakukan perhitungan suara referendum.