(Taiwan, ROC) - Dalam harian New York Times mengenai Sidang Majelis Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) ke 73 melaporkan meskipun Taiwan dengan jumlah penduduk 23 juta jiwa diabaikan dalam PBB namun banyak suara dukungan dari internasional agar dapat berpartisipasi dalam PBB, Menteri Luar Negeri, Joseph Wu mengemukakan, tidak seharusnya PBB mengabaikan Taiwan.
Dalam artikel yang menyebutkan laporan dari Taipei membeberkan, Taiwan memiliki pemerintahan sendiri, kemiliteran, mata uang dan juga passport sendiri yang diakui oleh banyak negara di dunia, tetapi PBB tidak mengakui passport Republik Tiongkok, bahkan wisatawan Taiwan yang murni hanya ingin menikmati hasil karya seni PBB juga tidak diijinkan masuk.
Joseph Wu pekan lalu ketika menerima wawancara dari New York Times mengatakan, “Taiwan seharusnya mendapatkan perlakuan yang sama dengan negara-negara lainnya, mendapatkan kesempatan untuk berperan dalam PBB” Ia menyampaikan, “mengapa Taiwan diabaikan di luar PBB? Ini yang selalu menjadi pertanyaan dari warga Taiwan.”
Laporan menyampaikan, Daratan Tiongkok sebagai salah satu anggota tetap Dewan Keamanan PBB memiliki hak veto dan pengaruh yang besar, Beijing selalu mengemukakan kalau Taiwan adalah bagian dari Daratan Tiongkok, kecuali jika ada gejolak politik di Beijing maka jangka pendek ini Taiwan tidak mungkin akan dapat bergadung dalam PBB.
Meskipun Taiwan tidak dapat menyampaikan suaranya di PBB, negara anggota PBB lainnya tetap menyuarakan dukungan bagi Taiwan, seperti Haiti, Paraguay, Kepulauan Marshall dan sahabat diplomatik lainnya.
Pejabat pemerintahan Taiwan tahun ini tidak mengungkitkan kasus masuk dalam PBB melainnya mengutus anggota Yuan Eksekutif, Tang Feng (dalam laporan menyebutnya Menteri) serta wakil Badan Pelestarian Lingkungan, Zhan Sun-gui untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan di New York. Kedua orang ini tidak turut dalam Majelis Umum PBB melainkan selama siding berlansung mereka mempromosikan upaya Taiwan dalam melaksanakan target Pembangunan Berkesinambungan PBB (SDGs).
Laporan menyebutkan kalau masyarakat Taiwan dan Amerika Serikat menyampaikan permohonan masuk dalam PBB dan merencanakan akan mengadakan parade berbaris di depatn lapangan PBB pada tanggal 22 September waktu setempat.
Joseph Wu mengemukakan, kementerian luar negeri telah berkomitmen untuk memperkuat hubungan dengan Amerika Serikat, Jepang, Australia, Kanada dan negara-negara Eropa lainnya. Semua negara ini tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Taiwan namun pernah menyuarakan dukungan bagi Taiwan di PBB.
Joseph Wu mengatakan, “Meskipun tidak mungkin untuk membangun hubungan formal dengan negara demokrasi lainnya namun Taiwan masih memiliki kesempatan untuk berkomunikasi informal dengan negara-negara tersebut.” Meskipun demikian Joseph Wu juga mengakui berhubungan Daratan Tiongkok melakukan berbagai upaya untuk memperkecil ruang Taiwan di dunia internasional sehingga pekerjaan ini tidaklah mudah.
Dalam laporan menyebutkan alasan hubungan Taiwan dengan PBB memiliki sejarah yang rumit. Profesor Jurusan Hukum, Universitas Seton Hall, Margaret Lewis menyampaikan, walaupun Taiwan tidak secara resmi dalam program perencanaan PBB namun upaya keras Taiwan dengan kontribusi yang disumbangkan pada masyarakat sosial dunia cukup menonjol.