History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Subsidi Generasi Kedua Migran Baru Bertepatan Idul Adha di Indonesia

  • 21 September, 2018
  • Editor
Subsidi Generasi Kedua Migran Baru  Bertepatan Idul Adha di Indonesia

(Taiwan, ROC) --Biro Pendidikan Nasional, Kementerian Pendidikan yang terus melanjutkan “Kegiatan kembali ke kampung halaman bagi keturunan Migran Baru” pada liburan musim panas tahun ini, mengumpulkan 15 anak migran baru asal Indonesia dari 3 sekolahan untuk bersama-sama melakukan kunjungan budaya dan teknis ke Indonesia selama 7 hari, pada masa kunjungan tersebut juga bertepatan dengan salah satu hari raya penting umat Muslim yaitu Idul Adha, sehingga para murid dapat belajar untuk lebih menjunjung dan memahami perbedaan kebudayaan.

Biro Pendidikan Nasional, Kementerian Pendidikan yang mengelar “Kegiatan kembali ke kampung halaman bagi keturunan Migran Baru” yang tahun ini memberikan subsidi kepada 12 kelompok untuk melakukan pelatihan teknis bahasa dan multi budaya di negara-negara Asia Tenggara, diantaranya berasal dari 3 sekolahan yaitu National Penghu Marine & Fishery Vocational High School, National Cishan Agricultural & Industrial Vocational Senior High School yang membawa mereka ke Indonesia yang merupakan kampung halaman ibundanya.

Rombongan yang juga ditemani oleh Kepala Inspeksi Pendidikan Nasional, Chang Shih-zong menyampaikan, perjalanan kebudayaan kali ini membawa 15 murid yang merupakan generasi ke dua dari Migran baru berkunjung ke Mesjid di Jakarta, Monumen Pahlawan Nasional, Monas, Taman Mini dan tempat-tempat lainnya untuk memahami situasi kehidupan, arsitektur, pakaian dari berbagai wilayah Indonesia ; selain itu dalam masa kunjungan ini juga bertepatan dengan hari raya Idul Adha sehingga para murid ini juga dapat mengenal dan merasakan perayaan keagamaan setempat.

Chang Shih-zhong mengatakan, “Terdapat perbedaan besar budaya, karena dari sini mea harus memahami kebudayaan Islam, mengerti keuntikan kebudayaan setempat, ini mungkin yang sebelumnya tidak ada dalam rencana, tetapi juga memungkinkan siswa dan kami menyadari asalkan Anda melakukan trans-negara maka Anda juga harus beradaptasi dengan budaya dan kehidupan lokal, dan harus berbaur dalam berbagai hal.”

Ke 15 murid yang kebanyakan dari bidang ekonomi, budidaya air atau teknik mesin, merkea juga melakukan kunjungan ke Dongfeng Tekstil, Pusat Pelatihan Formosa, Budidaya Perairan dan Shenchang Elektromekani, melihat langsung manajemen pengoperasian kerja di bisnis ini. Chang Shih-zhong mengatakan, “Seperti pelajar dari jurusan mekanik dan kelistrikan, mereka mendapati karena peralatan listrik dasar di Indonesia masih dalam tahap pembangunan sehingga untuk 10 – 20 tahun mendatang akan berkembang menjadi pasar yang besar.”

Komentar

Terbarumore