(Taiwan, ROC) – Pemerintah tengah menggencarkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya dan tenaga angin lepas pantai. Namun banyak pihak yang meragukan hal tersebut dan menyebutkan jika tidak menggunakan PLTN, maka Taiwan berkemungkinan akan menghadapi masalah kekurangan listrik.
Presiden Tsai Ing-wen pada hari Rabu tanggal 19 September menghadiri kegiatan upacara pembukaan pameran bersama, yakni “Energy Taiwan 2018” dan “Circular Economy Taiwan”. Presiden Tsai Ing-wen meminta para pelaku usaha tidak perlu khawatir, karena dengan adanya kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah, maka pembangkit listrik tenaga surya menjadi salah satu jenis industri yang mengalami pertumbuhan tercepat, dimana dalam kurun waktu 2 tahun telah mampu berkembang nyaris mencapai 140%. Pada musim panas tahun ini, jumlah permintaan energi listrik naik 1 kali lipat, dengan kondisi persediaan energi listrik seperti yang ada saat ini, maka dirinya yakin dan percaya bahwa pada tahun 2025 mendatang, jumlah listrik yang tersedia dari pembangkit listrik tenaga surya mampu mencapai target sebesar 20GW, demikian juga halnya dengan pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Kita memiliki sarana dan prasarana terbaik yang diakui oleh dunia berkenaan dengan pembangkit listrik tenaga angin, termasuk tenaga angin lepas pantai. Tahun ini pemerintah juga telah menyelesaikan tahapan penyeleksian perusahaan dalam negeri yang berhasil mendapatkan tender. Hal ini diusung dengan bersistemkan pengusungan tender bertaraf internasional. Kini ada China Steel dan TSBC yang menjadi perusahaan terdepan, tidak saja semata hanya membantu menggerakkan teknologi dalam negeri, juga sekaligus menjadikan industri pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai sebagai industri lokal, dan mampu mencapai target penyediaan sebesar 5,5 GW pada tahun 2025.”
Presiden Tsai Ing-wen menjelaskan Taiwan dalam waktu yang bersamaan, juga mengembangkan perekonomian bidang pelestarian lingkungan, dengan menggunakan berbagai sumber daya yang dimiliki, menjaga kesinambungan penyediaan energi dan kemampuan untuk didaur-ulang. Ke depannya, pemerintah akan aktif mengupayakan pemberdayaan air, pengurangan sampah dan polusi, sehingga mampu meningkatkan kepercayaan para investor dan masyarakat.