(Taiwan, ROC) - Rambut rontok kerapkali dialami penderita penyakit kanker saat menjalani pengobatan kemoterapi dan radiasi, saat ini masih belum ada cara untuk mengatasinya. Kementerian Sains hari Rabu 19 September mengemukakan, tim penelitian Universitas Taiwan melalui cara “Kalibrasi Fluoresensi Gen” untuk melakukan penelitian sel, melalui penyuntikan protein Wnt pada bagian tertentu dapat mempercepat pertumbuhan dari kelompok sel, dalam percobaan pada hewan membuktikan hal ini dapat mencegah rontoknya rambut yang diakibatkan oleh kemoterapi dan radiasi. Penemuan ini juga telah dimasukkan dalam bulletin internasional “Cancer Research”.
Dosen Department Biomedical Engineering, Lin Song-ran mengemukakan, sel yang berfungsi bagi pertumbuhan folikel rambut menjadi rusak bahkan mati ketika pengobatan kemoterapi dan radiasi dilakukan sehingga rambut menjadi rontok ; selain mungkin dapat memperpanjang usia tumbuh folikel rambut sehingga mengurangi kerontokan pada rambut.
Kami menggunakan cara kalibrasi fluoresensi gen melacak dinamika sel folikel dan mendapatkan setelah kerusakan folikel akibat radiasi tingkat rendah, sel induk tidak dapat diaktifkan atau cederanya tidak dapat diperbaiki secara alami, namun sel induk atipikal yang berada di akar foliket rambut dapat diakftifkan untuk memperbaiki kerusakan akibat kemoterapi dan radaiasi, dalam waktu 12 hingga 36 jam sel innduk yang terbagi dalam 7 tingkatan yang berbeda ini dapat meregenerasi folikel rambut yang rusak.
Selain itu, tim penelitian juga menemukan penyuntikan protein Wnt pada bagian tertentu dapat mempercepat pertumbuhan kelompok sel bagian bersangkutan, mencegah kerontokan rambut akibat pengobatan kemoterapi dan radiasi. Lin Song-ran mengatakan, “Kami mendapatkan dengan cara baru ini, sel hidup dalam tubuh pasien yang menjalani kemoterapi dan radiasi dapat tumbuh kembali dengan sangat cepat, tingkat pemulihan folikel yang mengalami kerusakan bisa mencapai hasil seperti regenerasi folikel, mengurangi kerontokan rambut, seharusnya tingkat pencegahan mencapai sekitar 70% - 80%.”
Lin Song-ran juga menyampaikan, obat-obatan ini juga dapat menghidupkan folikel yang telah memasuki siklus istirahat, folikel dapat ditumbuhkan kembali menjadi rambut baru, juga mungkin dapat digunakan untuk kepala botak pada umumnya. Ia juga memperkirakan mungkin harus melalui proses sekitar 5 – 10 tahun kemudian baru dapat menjadi produk yang diperdagangkan.