(Taiwan, ROC) Presiden negara Republik Tiongkok Ma Ying-jeou (馬英九) pagi tadi (6) saat menghadiri “Forum Perdamaian Laut Timur 2014” menyampaikan kepada hadirin sekalian bahwa prakarsa perdamaian Laut Timur telah membawa hubungan antar selat, Taiwan-Jepang, Taiwan-Filipina ke arah yang membaik, walau bukan obat yang paling mujarab namun dapat meredakan pertikaian kemudian menciptakan keuntungan dua pihak bahkan keuntungan bersama.
Presiden Ma menyampaikan, dari segi hubungan antar selat kini perdamaian antar selat telah menghasilkan kemakmuran yang lebih besar dimana hal itu malah mendapatkan dukungan yang lebih banyak sehingga kedua hal ini adalah bersifat saling mendukung. Ma menuturkan, kendati masih ada perdebatan mengenai kedaulatan namun dengan dilandasi “Saling tidak mengakui kedaulatan dan saling tidak menyangkal kepemerintahan” mampu meredam sementara masalah kedaulatan yang sampai saat ini tidak bisa terselesaikan dengan sebisa mungkin mencari jalan kesempatan yang bisa diterima oleh kedua belah pihak.
Walau bukan obat yang paling mujarab, lanjut beliau, namun dapat meredam pertikaian, dengan waktu yang terbatas menyelesaikan masalah yang sifatnya lebih kompleks. Ma menyampaikan : Prakarsa Perdamaian Laut Timur bukan obat yang paling mujarab tapi setidaknya dapat meredam sementara pertikaian, dengan waktu yang terbatas menyelesaikan masalah yang lebih kompleks dan di momen ini dapat mempertahankan kemakmuran, bagi kita semua ini adalah keuntungan dua pihak bahkan keuntungan bersama.
Presiden melanjutkan, kedaualtan memang adalah masalah yang paling sulit untuk diselesaikan, beliau menilai bisa menyelasaikan soal sumber daya dulu baru kemudian dengan cara yang perlahan menyelesaikan masalah kedaulatan. Taiwan-Jepang dan Taiwan-Filipina setelah menandatangani kerjasama perikanan, tutur Ma, telah mengurangi permasalah nelayan antar pihak, jumlah tangkapan juga meningkat, ini menunjukan hasil yang penting artinya.