(Taiwan, ROC) – Harga Barang Konsumen (CPI) untuk bulan Juli 2014 untuk pertama kalinya tembus pada angka 1,75%, ini telah mendekati garis merah 2% yang ditetapkan oleh Bank Sentral. Menanggapi hal ini, pakar berpendapat, mengamati pemulihan kondisi ekonomi Taiwan saat ini, inflasi moderat tetap dibutuhkan, saat ini CPI tahunan masih terbilang stabil sehingga tidak perlu terlalu cemas.
Presiden Pusat Penelitian Ekonomi Chunghwa (CIER) Wu Chung-shu (吳中書) tanggal 5 yang lalu menyampaikan, CPI bulan Juli 1,75% terbilang stabil. Karena sampai saat ini iklim ekonomi sedang memulih, inflasi moderat dibutuhkan, angka ekonomi seperti ini termasuk sehat “Tidak mungkin mau naik gaji tapi inflasi nol”
Ia menambahkan, negara-negara di dunia tidak berharap inflasi terlalu rendah bahkan berharap inflasi diatas 2%, pemerintah Perdana Menteri Jepang Abe Shinzo menargetkan perkembangan ekonomi yaitu inflasi mencapai diatas 2%, Amerika menilai inflasi dibawah 2,5% dimana masih dapat diterima, bahkan untuk kawasan Uni Eropa, masalah yang paling ditakutkan bukan inflasi tapi deflasi, saat ini Taiwan termasuk stabil “Tidak ada tekanan inflasi, juga tidak ada ancaman deflasi”
Direktur pengamat ekonomi, Pusat Penelitian Ekonomi Taiwan (TIER) Gordon Sun Ming-de (孫明德) juga memiliki pendapat yang sama, kenaikan harga barang saat ini adalah karena harga bahan pokok naik namun bila mengesampingkan pangan, CPI bulan Juli hanya naik 0,89% bahkan tidak sampai 1%, ini menunjukan harga barang secara keseluruhan adalah moderat.
Ia melanjutkan, dibandingkan dengan negara-negara lain pada umumnya berharap tingkat inflasi jangan terlalu rendah, namun masyarakat Taiwan terlalu khawatir. Pejabat dari Direktorat Jenderal Anggaran, Akutansi dan Statistik (DGBAS) menyampaikan, kenaikan harga barang moderat sebetulnya dapat mendorong roda ekonomi menuju kearah yang sehat.