Sampai saat ini pesawat terbang Malaysia MH370 masih belum ditemukan, sehubungan dengan hal itu, Angkatan Laut dan Direktorat Jenderal Penjaga Pantai masing-masing mengirim armada perangnya untuk ikut serta dalam pencarian. Namun Legislator Lin Yu-fang (林郁方) menuturkan, armada tersebut hanya membawa pasokan untuk 14 hari, setelah dipotong perjalanan bolak-balik 8 hari, tugas pencarian hanya tersisa 6 hari, hal ini tidak menguntungkan bagi pandangan internasional.
Menteri Luar Negeri (MOFA) Lin Yong-lo (林永樂) menyampaikan telah ada kesepakatan dengan pemerintah Malaysia bahwa tidak ada masalah dengan pemasokan.
Menteri Lin menyampaikan : Bila diperlukan, kita bisa merapat ke pelabuhan untuk pemasokan, mereka juga sudah setuju. Untuk kedepannya wilayah pencarian kita juga akan dibatasi, ini juga bagian dari kerjasama internasional, kita akan memberikan bantuan spesifik di wilayah itu, apabila diperlukan juga akan berkoordinasi lagi dengan pihak Malaysia
Karena pencarian internasional masih terus dilakukan dan Kementerian Pertahanan (MND) mulai tanggal 10 Maret yang lalu telah ikut serta dalam operasi tersebut dengan mengirim Pesawat Angkut Militer C-130 selama 3 hari berturut-turut ke perairan kepulauan Taiping, namun sampai saat ini tidak ada penemuan apapun. Di hari yang sama (10) MND juga mengirim armada perang 1110 dan pesawat yang sama ke perairan hilangnya pesawat Malaysia Airlines. Untuk armada perang 1110 diperkirakan akan tiba di perairan itu sekitar 14 Maret mendatang.
Walau KMT dan DPP senada soal pemeriksaan sesuai dengan prosedur namun sekarang malah tersendat karena soal urutan hak bicara. Selanjutnya komite dari DPP bersedia mempersilahkan KMT untuk berbicara, sehingga pertentangan antar parpol dapat dihentikan untuk sementara, namun sampai saat berita ini diturunkan, ketua rapat masih belum mengumumkan rapat telah dimulai. Komite dari KMT berserikeras untuk memimpin jalannya pemeriksaan perjanjian tersebut.
Anggota legislatif dari partai DPP, Huang Wei-cher (黃偉哲), merasa bahwa perindustrian Taiwan belum memiliki persiapan yang baik, sehingga reaksi yang akan timbul dari penandatangan perjanjian antar selat akan lebih besar dibandingkan penandatanganan perjanjian dengan negara Singapura dan Selandia Baru. Kuan Chung-ming (管中閔) menjawab bahwa Taiwan tidak dapat menanti semua persiapan tertata rapi dahulu baru melakukan negosiasi, namun harus dilakukan secara bersamaan. Tu Tzu-chun (杜紫軍) mengatakan bahwa kementrian perekonomian telah membuat proposal anggaran dukungan kepada para usahawan senilai NT$ 98,1 milyar, dimana kategori dan anggaran yang diajukan sama dengan Korea Selatan.