(Taiwan, ROC) Asosiasi Promosi Kesetaraan Hak Jugun Ianfu Tainan pada hari Senin (10/9) didampingi oleh anggota DPR kota Tainan Hsieh Lung-jie menjalankan aksi unjuk rasa di depan kantor Asosiasi Pertukaran Jepang-Taiwan. Kemenlu pada sore hari ini merespon, pemerintah selalu memperhatikan isu Jugun Ianfu, posisi pemerintah terhadap mereka tidak akan pernah berubah, bahkan terus meminta kepada pihak Jepang untuk lebih aktif mendiskusikannya, menghimbau Jepang memperhatikan hak kepentingan dan martabat Jugun Ianfu.
Ketua Pengurus Asosiasi Kesetaraan Hak Jufun Ianfu Tainan, Huang Shu-cen pada hari ini mengemukakan, tindakan menendang patung simbolis ini benar-benar sangat merendahkan martabat perempuan, kami meminta pemerintah Jepang meminta maaf secara terbuka, juga meminta Kepala Representatif Taiwan di Jepang, Frank Hsieh (謝長廷) untuk menyampaikan hal ini kepada pemerintahan Jepang.
Huang Shu-cen(黃淑貞), “Entah kenapa berkunjung ke Taiwan dan menendang patung perunggu ini, saya merasa ini sangat menghina Taiwan, terlebih-lebih bagi martabat kaum perempuan, hak perempuan bagaikan ditendang, apakah tidak mengetahui di masa lalu kami mengupayakan demokrasi, upaya yang kami jalankan hingga kini, kok bisa-bisanya ada kejadian seperti ini, yang kami harapkan adalah hal yang sederhana, memang benar sejarah adalah masa lalu dan telah berlalu, namun fakta tidak semestinya ditinggalkan.”