History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Perdagangan Jasa Antar Selat Ngadat, Pejabat Khawatir Taiwan Termajinalisasi

  • 12 March, 2014
  • Editor
Perdagangan Jasa Antar Selat Ngadat, Pejabat Khawatir Taiwan Termajinalisasi
Legislator KMT dan DPP saling bedesakan

Hari ini (12) seluruh anggota Legislator memeriksa “Perjanjian Perdagangan Jasa Antar Selat” di gedung Yuan Legislatif, perdebatan antar partai politik sudah dimulai sejak pagi ini karena soal urutan hak bicara antara komite Partai Kuomintang dan DPP. Bahkan sempat terjadi aksi desak-desakan dan kekacauan sehingga memaksa pemimpin rapat legislator DPP Chen Chi-mai (陳其邁) untuk mengistirahatkan rapat.

Menanggapi soal kekacauan antar partai politik, Menteri Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC) hanya menyampaikan bahwa pihaknya menjunjung tinggi prosedur Yuan Legislatif namun ditegaskan, bila perjajian perdagangan jasa ini tidak berjalan dengan mulus maka dikhawatirkan dapat mengganggu perkembangan ekonomi dan keikutsertaan Taiwan dalam integrasi ekonomi.

Menteri Wang menyampaikan : Kita tentu berharap perjanjian perdagangan jasa dapat lolos dengan lancar, karena berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi dan keikutsertaan Taiwan dalam integrasi ekonomi, bagi strategi perdagangan internasional Taiwan dan hal terkait lainnya, perdagangan jasa adalah bagian yang terpenting


Sedangkan di kesempatan lain, Menteri Ekonomi Chang Chia-juch (張家祝) juga menyampaikan, bila perjanjian perdagangan jasa tidak lolos maka akan menjadi halangan Taiwan untuk membahas FTA dengan negara-negara lain bahkan merusak ketulusan internasional Taiwan.

Ia mengatakan : Sehubungan setiap negara yang sedang melakukan integrasi regional bila kita terus tersendat maka kita pasti akan termarjinalisasikan, ini adalah hal yang tidak perlu diragukan lagi.

Walau KMT dan DPP senada soal pemeriksaan sesuai dengan prosedur namun sekarang malah tersendat karena soal urutan hak bicara. Selanjutnya komite dari DPP bersedia mempersilahkan KMT untuk berbicara, sehingga pertentangan antar parpol dapat dihentikan untuk sementara, namun sampai saat berita ini diturunkan, ketua rapat masih belum mengumumkan rapat telah dimulai. Komite dari KMT berserikeras untuk memimpin jalannya pemeriksaan perjanjian tersebut.

Anggota legislatif dari partai DPP, Huang Wei-cher (黃偉哲), merasa bahwa perindustrian Taiwan belum memiliki persiapan yang baik, sehingga reaksi yang akan timbul dari penandatangan perjanjian antar selat akan lebih besar dibandingkan penandatanganan perjanjian dengan negara Singapura dan Selandia Baru. Kuan Chung-ming (管中閔) menjawab bahwa Taiwan tidak dapat menanti semua persiapan tertata rapi dahulu baru melakukan negosiasi, namun harus dilakukan secara bersamaan. Tu Tzu-chun (杜紫軍) mengatakan bahwa kementrian perekonomian telah membuat proposal anggaran dukungan kepada para usahawan senilai NT$ 98,1 milyar, dimana kategori dan anggaran yang diajukan sama dengan Korea Selatan. 

Komentar

Terbarumore