(Taiwan, ROC) – Pada awal bulan Juli kemarin, pabrik PLTN ke 4 telah mengembalikan 80 batang penyulut bahan bakar untuk PLTN ke negara asalnya, dan pada hari Rabu tanggal 5 September dini hari kembali mengembalikan 120 batang penyulut tersebut ke Amerika. Dalam surat terbuka untuk media, Dewan Energi Atom atau AEC menyampaikan bahwa perusahaan Taipower akan menyesuaikan diri dengan program kebijakan ramah lingkungan non nuklir, serta berupaya untuk mencari nilai tambah dari sumber daya yang lain, sehingga batang penyulut bahan bakar yang difungsikan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir tentu dikembalikan ke negara pengekspornya, dimana ini merupakan keputusan dari AEC, Kementrian Perekonomian dan perusahaan Taipower, yang dilaksanakan dengan penjagaan super ketat demi menjamin keamanan nasional dan kawasan.
Pihak AEC mengemukakan bahwa usai diloloskannya Rancangan Perbaikan Peraturan Bidang Energi Listrik pada tanggal 11 Januari 2017, secara jelas disebutkan jika sebelum tahun 2025, seluruh pembangkit listrik tenaga nuklir wajib menghentikan aktivitas secara total. Pihak perusahaan Taipower dalam kurun waktu 3 tahun terakhir ini, telah menata pengembalian 1.744 batang penyulut bahan bakar PLTN no 4 sebanyak 8 kali pengiriman, dimana semua batang penyulut tersebut dikembalikan ke negara asalnya yakni Amerika.
AEC menegaskan bahwa bahan bakar yang akan digunakan oleh PLTN no 4, adalah jenis yang baru dan belum terpakai, memiliki tingkat radiasi yang rendah dan stabil, dimana pada saat pengiriman ke kapal kontainer, radiasi untuk jarak 2 meter setiap jamnya sebesar 0,10 hingga 1,57 mikrosiver. Angka ini mendekati kondisi alam, jauh di bawah peraturan yang ditetapkan yakni maksimum 100 mikrosiver per jamnya, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir berkenaan dengan masalah radiasi.
AEC menjelaskan bahwa seluruh batang penyulut tersebut akan dikemas dengan baik dan aman, kemudian dimasukkan ke dalam peti kontainer yang telah ditetapkan. Semua proses pengiriman juga akan mengikuti standar keamanan yang diberlakukan, sehingga dapat menjamin keamanan proses dan juga nasional secara umumnya.