(Taiwan/ROC) --- Penguasa Daratan Tiongkok Xi Jin-ping (習近平) akan mengumumkan jumlah dana yang akan dianggarkan dalam Forum Asia Afrika di KTT Beijing. Hal ini tentu saja mendatangkan kekhawatiran bagi hubungan diplomatik Taiwan dan Kerajaan eSwatini. Kerajaan eSwatini merupakan satu-satunya negara di Benua Afrika yang masih menjalin hubungan bilateral dengan Taiwan. Kepala Divisi Asia Afrika Kementerian Luar Negeri MOFA Liu Bang-zhi (劉邦治) pada Selasa (4/9) mengemukakan bahwa tekanan finansial Daratan Tiongkok tentu memberikan permasalahan tersendiri bagi Kerajaan eSwatini. Pemerintah ROC akan terus memantau perkembangan berita ini. Pemerintah Taiwan juga akan terus mempertahankan kerja sama yang erat dengan Kerajaan eSwatini.
Daratan Tiongkok akan menjadi tuan rumah bagi pergelaran Forum Kerja Sama Asia Afrika yang akan berlangsung di Beijing. Sebelumnya tema “Kemakmuran Bersama” sempat diusulkan sebagai tema dalam forum ini. Kerajaan eSwatini diketahui absen dalam diskusi penentuan tema tersebut. Liu Bang-zhi mengemukakan sebenarnya Kerajaan eSwatini tidak menerima undangan dari Forum Asia Afrika tersebut.
Pemerintah Daratan Tiongkok berencana untuk menggelontorkan dana investasi di Benua Afrika dalam 3 tahun ke depan. Liu Bang-zhi mengemukakan bahwa keputusan Daratan Tiongkok tersebut dapat memberikan tekanan bagi Kerajaan eSwatini. MOFA dengan seksama akan terus memantau perkembangan berikutnya.
Liu Bang-zhi mengatakan, “Kami akan lebih memperhatikan. Dengan kemampuan yang kami miliki, kami akan melakukan sebisa mungkin untuk mempertahankan hubungan diplomatik kami dengan Kerajaan eSwatini”.
Menghadapi tekanan Daratan Tiongkok, Liu Bang-zhi menekankan bahwa ia percaya hubungan diplomatik Taiwan dengan Kerajaan eSwatini akan terjalin semakin erat. Hubungan kemitraan yang digalang akan semakin kokoh. Pemerintah Taiwan akan berusaha menerapkan kerja sama yang disesuaikan dengan kebutuhan Kerajaan eSwatini. Seperti halnya dengan pameran dagang internasional yang kini tengah dilaksanakan, telah mendapatkan keyakinan dari Raja Mswati.
Kini media terus memperhatikan akan jumlah negara sahabat Taiwan yang semakin berkurang, dan ada kemungkinan Taiwan akan kehilangan seluruh negara diplomatik. Terkait hal ini , Juru Bicara MOFA Lee Hsien-chang (李憲章) menjawab bahwa ini tidak lain hanya argumen yang berlebihan.