(Taiwan, ROC) Donor darah masyarakat Taiwan mencapai peringkat satu dunia, Presiden Tsai Ing-wen pada hari Senin ini (3/9) saat di Istana Kepresidenan bertemu dengan pendonor darah teladan, beliau menyampaikan, siapapun pendonor darah teladan, mereka aktif menolong manusia, dalam hal ini tidak membedakan siapapun, manusia saling mencintai dan saling menolong, ini membuatnya sangat tersentuh; namun Presiden Tsai juga mengemukakan, dalam beberapa tahun terakhir ini jumlah pendonor darah generasi muda semakin berkurang, maka menghimbau agar semakin banyak generasi muda yang berpartisipasi dalam kegiatan amal ini, ikut berkonstribusi bagi masyarakat.
Presiden Tsai Ing-wen bertemu dengan pendonor darah teladan dan menyampaikan kegembiraannya bertemu dengan mereka, dalam ajang tersebut juga dihadiri oleh Sekjen Istana Kepresidenan Chen Chu, wakil Sekjen Liu Chien-sin(劉建忻), Presiden Tsai Ing-wen secara khusus menyebut salah seorang pendonor darah teladan adalah adik sepupu Wakil Sekjen Liu Chien-sin.
Presiden mengemukakan, Taiwan menjalankan kegiatan donor darah secara sukarela selama 40 tahun, mendapat sambutan hangat dari masyarakat, tahun lalu mencapai 1,75 juta orang donor darah, rata-rata setiap orang donor darah 1,76 kali, presentase masyarakat donor darah mencapai 7,44%, menduduki peringkat pertama; akan tetapi angka natalitas kurang dan populasi penuaan, jumlah generasi muda donor darah menjadi semakin berkurang, maka Presiden Tsai Ing-wen menghimbau agar masyarakat muda dapat ikut dalam sumbangsih ini. Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Donor darah tidak hanya menguntungkan bagi diri sendiri saja, melainkan juga suatu upaya kontribusi, cara yang paling baik memberikan sumbangsih kepada masyarakat.”
Presiden Tsai Ing-wen mengemukakan, ada sebagian orang cukup antusias mendonor darah, dikarenakan ada yang sakit mendapat bantuan dari orang lain, dengan adanya kegiatan donor darah bisa memberikan bantuan kepada orang lain, diyakini dengan kebaikan hati manusia akan menciptakan negara yang damai, makmur dan menjadi pokok utama membangun negara.