(Taiwan, ROC) – Guru Besar Academia Sinica, professor jurusan kejiwaan Universitas Nasional Taiwan atau NTU, Yang Kuo-hsu telah berpulang kepada pangkuan Yang Maha Esa di usianya yang ke 86 tahun. Hari Sabtu tanggal 1 September, digelar kegiatan upacara penghormatan bagi beliau di NTU. Dalam kata sambutannya, Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan bahwa Yang Kuo-hsu telah memberikan kontribusi yang sangat besar sebagai salah satu Guru Besar bidang kejiwaan. Kontribusinya juga telah memberikan pengaruh yang sangat besar dalam hal perkembangan nilai demokrasi di Taiwan. Tsai mengatakan bahwa semangat yang dimiliki oleh Yang Kuo-hsu tidak pernah akan sirna, dan tetap akan dikenang selamanya oleh seluruh masyarakat Taiwan.
Yang Kuo-hsu dilahirkan pada bulan Desember 1932 di Shandong, Daratan Tiongkok. Ia bersama dengan orang tuanya hijrah ke Taiwan pada tahun 1947. Usai lulus dari SMA afiliasi NTNU, Yang Kuo-hsu berhasil lulus dalam ujian dan melanjutkan kuliah di NTU. Pada tahun 1969, Yang Kuo-hsu dinobatkan sebagai Doctor dari Universitas Illinois Amerika untuk jurusan ilmu kejiwaan. Setelah lulus, Yang Kuo-hsu kembali ke Taiwan dan mulai mengajar di NTU sebagai dosen jurusan ilmu kejiwaan, yang mana selanjutnya juga diterima sebagai salah satu pakar peneliti di Academia Sinica.
Pada tahun 1989, Yang Kuo-hsu bersama dengan Hu Fu, Lee Hung-hsi membentuk sebuah komunitas bernama Taipei Society, dan ia menjabat sebagai ketua umum pertama. Yang mengusung aksi “Pakar cendekiawan membahas politik namun tidak terjun ke dalam politik”. Tahun 1998 ia diterima sebagai salah satu pakar peneliti di Academia Sinica, tahun 2003 dinobatkan sebagai Pembicara Nasional Kementrian Pendidikan. Yang Kuo-hsu diberitakan telah kembali kepada Yang Maha Kuasa pada tanggal 17 Juli lalu, di saat berusia 86 tahun.
Presiden Tsai Ing-wen juga turut menghadiri upacara penghormatan sekaligus untuk mengenang jasa almarhum. Presiden Tsai juga tidak lupa memberikan pelukan bagi sang istri Lee Pen-hua. Presiden Tsai Ing-wen menjelaskan bahwa Yang Kuo-hsu telah mendedikasikan seluruh masa hidupnya untuk pengembangan ilmu kejiwaan di Taiwan, sekaligus memberikan pengaruh dalam kehidupan komunitas masyarakat Tionghoa pada umumnya. Yang Kuo-hsu juga sangat memahami tata cara pemikiran orang dunia barat, sehingga bisa menjadi bagian rujukan untuk introspeksi diri, membuka berbagai pemikiran yang baru sekaligus menjadi contoh teladan.
Presiden Tsai Ing-wen menyebutkan bahwa dirinya mengenal Yang Kuo-hsu sejak saat SMP, dimana kebetulan kakak dari Presiden Tsai Ing-wen mengambil jurusan ilmu kejiwaan di NTU.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Saat saya keluar dari rumah hari ini, saya mengingat kembali masa-masa sekolah SMP dulu, dimana saya telah mengenal beliau. Kini saya, dengan jabatan selaku presiden mengikuti kegiatan mengenang kembali jasa beliau. Saya rasa, Guru Yang tidak pernah akan sirna, akan tetap berada di dalam hati kita semua, dan akan diteruskan hingga ke generasi selanjutnya untuk selalu dikenang.”
Presiden Tsai Ing-wen menyebutkan bahwa pada bulan Mei tahun ini, ia mendapat kabar bahwa Guru Yang struk dan tengah menjalani pengobatan di Rumah Sakit NTU, dan bersama dengan Sekretaris Jendral Istana Kepresidenan Chen Ju segera menjenguknya di rumah sakit. Kini dengan mengatasnamakan negara, Presiden Tsai Ing-wen menyatakan rasa terima kasih atas sumbangsih dan kontribusi yang telah diberikan oleh Yang Kuo-hsu kepada Taiwan, semangat beliau juga akan tetap bersinar di dalam hati masing-masing masyarakat Taiwan.