Beberapa tahun terakhir ini, Korea Selatan cukup aktif dalam upaya menandatangani Perjanjian Perdagangan Bebas atau FTA dengan berbagai negara. Dan hingga kini, telah terdapat 12 negara yang menandatangani perjanjian tersebut dengan Korea Selatan. Berkenaan dengan hal ini, anggota legislatif dari partai KMT, Huang Chao-shun, pada hari Rabu tanggal 12 Maret menyampaikan kepeduliannya akan perkembangan dan usaha yang dilakukan oleh Taiwan untuk melakukan penandatangan perjanjian FTA tersebut.
Ketua dewan pengembangan nasional, Kuan Chung-ming, menyatakan bahwa semakin banyak negara yang menandatangani perjanjian FTA dengan Taiwan akan menaikkan nilai perekonomian Taiwan. Namun setiap negara masih memandang sikap dari pemerintah Daratan Tiongkok. Untuk itu, perjanjian kerjasama antar selat harus segera dapat diloloskan.
Kuan Chung-ming mengatakan : Bukan hanya Daratan Tiongkok, negara-negara lain juga sedang melihat, yaitu bagaimana kita menyelesaikan masalah perdagangan jasa ini. Kesulitan yang kita hadapi sekarang adalah sejak awal kita sudah lebih lambat dari orang lain, langkah kita juga lebih lamban, bila diundur lagi maka akan membawa kerugian besar bagi negara kita.
Wakil menteri perekonomian, Tu Tzu-chun (杜紫軍) menyampaikan bahwa pengaruh terbesar saat ini yang dihadapi oleh Taiwan adalah perjanjian FTA Daratan Tiongkok dengan Korea Selatan. Jika Taiwan terus mengalami kemunduran, maka semua usaha dan hak istimewa yang sebelumnya dimiliki, akan diambil oleh negara lain.
Ia menyampaikan : Kita tidak berhasil mendapatkan fasilitas masuk ke pasaran yang lebih menguntungkan yang telah disetujui oleh Daratan Tiongkok, kedua pada dasarnya mereka sudah setuju untuk memberikan beberapa fasilitas itu, mereka akan secara bertahap bernegosiasi dengan negara-negara lain, mereka bahkan akan memberikannya kepada orang lain, inilah yang kita khawatirkan.
Anggota legislatif dari partai DPP, Huang Wei-cher (黃偉哲), merasa bahwa perindustrian Taiwan belum memiliki persiapan yang baik, sehingga reaksi yang akan timbul dari penandatangan perjanjian antar selat akan lebih besar dibandingkan penandatanganan perjanjian dengan negara Singapura dan Selandia Baru. Kuan Chung-ming (管中閔) menjawab bahwa Taiwan tidak dapat menanti semua persiapan tertata rapi dahulu baru melakukan negosiasi, namun harus dilakukan secara bersamaan. Tu Tzu-chun (杜紫軍) mengatakan bahwa kementrian perekonomian telah membuat proposal anggaran dukungan kepada para usahawan senilai NT$ 98,1 milyar, dimana kategori dan anggaran yang diajukan sama dengan Korea Selatan.