(Taiwan, ROC) - Taiwan adalah mitra ideal dalam upaya bergabung dengan Strategi Indo-Pasifik yang diprakarsai Amerika Serikat melalui Kebijakan Baru ke Arah Selatan yang sedang dipromosikan pemerintah.
Demikian ditegaskan Menteri Luar Negeri Joseph Wu (吳釗燮) ketika menyampaikan sambutan dalam pembukaan Dialok Keamanan Indo-Pasifik, disponsori bersama oleh Prospect Foundation Taiwan, Center for a New American Security (CNAS) Amerika Serikat dan The Sasakawa Peace Foundation Jepang, digelar di Taipei, Kamis, 30 Agustus.
Wu mengemukakan, ada banyak hal yang bisa dikontribusi Taiwan pada Strategi Indo-Pasifik bersifat bebas dan terbuka yang diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tahun lalu.
Menurutnya, Indo-Pasifik adalah pusat perdagangan dan kekuasaan, juga memiliki populasi terbanyak di dunia, maka kestabilan dan keamanannya bersangkutan dengan 4 milyar jiwa populasi dunia, dan Taiwan bersedia menikmati pengalamannya dengan semua negara yang memiliki nilai demokrasi dan kebebasan yang sama.
Sementara itu, mantan komandan pasukan aliansi NATO Amerika Serikat James Stavridis mengajukan proposal menyelesaikan masalah keamanan regional Indo-Pasifik melalui “tindakan kolektif bersama” oleh negara-negara berpendirian serupa seperti Taiwan, Jepang dan Korea Selatan.
Menghadapi menguatnya Tiongkok, Stavridis mengatakan, “Saya rasa kita tidak perlu secara langsung menentang RRT. Menurut saya, cara paling sesuai adalah negara-negara bersangkutan seperti Taiwan, Jepang, Australia, Selandia Baru, Malaysia, India, Filipina dan Vietnam, melaksanakan ‘tindakan kolektif bersama,’ mempromosikan kerja sama untuk mengatasi masalah melalui cara non-kekerasan.”
Negara-negara ini, menurut Stavridis, seharusnya melaksanakan dialok secara berkesinambungan dengan Amerika Serikat dan Tiongkok, sama-sama mengatasi masalah keamanan melalui cara diplomatik.