(Taiwan, ROC) – Kawasan pesisir pantai di Kabupaten Chiayi merupakan kawasan banjir yang terparah kali ini. Perdana Menteri William Lai pada hari Rabu tanggal 29 Agustus untuk ke tiga kalinya melakukan inspeksi kondisi banjir di Chiayi, khususnya untuk kawasan bencana banjir di Dusun Budai dan Desa Dongshih yang kini airnya mulai menyurut.
Untuk lokasi titik banjir pertama yang dikunjungi adalah Dusun Budai, dimana kondisi air telah menutup atap 20 kendaraan mobil sekolah mengemudi, yang merupakan kawasan dengan nilai kerugian terparah. PM William Lai menjelaskan bahwa bencana banjir kali ini menjadi sebuah pelajaran dan pengalaman, dimana dapat digunakan untuk mengetahui kondisi dan kemampuan sebuah kawasan dalam hal menghadapi bencana terkait, sehingga kelak dapat dijadikan bahan rujukan untuk program perbaikan masalah banjir yang kerap terjadi di kawasan pesisir pantai di kabupaten Chiayi.
PM William Lai mengatakan, “Untuk selanjutnya, baik bagi kawasan Chiayi ataupun kawasan lain yang berada di pesisir pantai yang sama-sama menghadapi ancaman banjir, kita akan benar-benar melakukan penyelidikan dan pembahasan lebih mendetail, dengan menggunakan bencana kali ini sebagai rujukan pengalaman. Untuk bagian kekurangan yang dimiliki, maka bisa dicari jalan keluar permasalahannya.”
PM William Lai sebelumnya saat melakukan kunjungan ke Dusun Zhangtan Desa Dongshih, berjanji akan mengentaskan masalah banjir dalam kurun waktu 3 hari. Usai melakukan pemompaan air keluar, pada hari Selasa malam tanggal 28 Agustus kemarin, air sudah mulai surut. PM William Lai tidak lupa juga untuk menyatakan terima kasih kepada Dewan Pengendalian Air, Kementrian Pertahanan dan Keamanan, Pemerintah Kabupaten Chiayi dan berbagai pihak yang telah turut bekerja sama dalam menghadapi bencana banjir. Ia juga meminta maaf kepada masyarakat setempat.
PM William Lai mengatakan, “Kini mesin pemompa air telah menyedot air hingga kering, namun imbas yang terjadi akibat banjir telah berdampak besar terhadap warga. Saya di sini sekali lagi meminta maaf kepada seluruh warga atas bencana banjir yang terjadi.”
Tekanan suhu udara panas dan tiupan angin dari barat daya telah menyebabkan curahan frontal yang sangat besar. Publik juga meragukan kemampuan penanganan bencana banjir untuk kawasan selatan Taiwan. PM William Lai menjelaskan bahwa yang terpenting saat ini adalah mengentaskan masalah rendaman air, dimana jumlah air hujan yang turun kali ini telah melampaui kapasitas penanggulangan air yang didesain 10 tahun silam. Ke depannya, pihaknya akan melakukan riset penelitian pengendalian air dan menyelesaikan masalah kekurangan yang ada saat ini.