(Taiwan, ROC) - Presiden Tsai Ing-wen awal pekan kemarin mengakhiri kunjungan bilateral ke Paraguay dan Belize. Di sela kunjungannya, beliau juga menyempatkan diri untuk melakukan transit di 2 kota di Amerika Serikat, yakni Los Angeles dan Houston. Kunjungan persahabatan yang dilakukan oleh Presiden Tsai tersebut, ternyata harus menerima tekanan dari Daratan Tiongkok. Insiden gerai kopi 85 dan putusnya hubungan diplomatik antar Taiwan dengan El Salvador, merupakan tindakan tak bersahabat dari Negeri Tirai Bambu tersebut. Menanggapi hal ini, Partai Progresif Demokratik DPP melakukan jajak pendapat sehari setelah kepulangan Presiden Tsai Ing-wen ke Taiwan.
Berdasarkan atas hasil jajak pendapat tersebut, 54.2% koresponden merasa bahwa kunjungan bilateral yang dilakukan dapat memperkuat diplomatik antar Taiwan dengan Amerika Serikat. Sebaliknya, 36.8% koresponden merasa kunjungan ini tidak membantu. Wakil Sekjen Partai DPP Hsu Chia-ching menganalisa walaupun Taiwan terus mendapatkan serangan dari Daratan Tiongkok, namun pencapaian hubungan diplomatik yang dikerjakan Pemerintah Tsai Ing-wen ternyata mendapat pengakuan dari masyarakat umum. Ini merupakan penghargaan yang sangat berarti.
Hsu Chia-ching mengatakan, “Meskipun insiden gerai kopi 85 terjadi. Namun hal ini tidak mempengaruhi dukungan yang diberikan masyarakat Taiwan kepada perkembangan hubungan diplomatik kami. Saya rasa pemikiran ini cukup objektif dan patut untuk dijadikan sebagai bahan referensi”.
Meskipun demikian, jajak pendapat tersebut juga menunjukkan bahwa dukungan kepada Presiden Tsai Ing-wen berada pada kisaran 46.9%, berbanding sedikit dengan jumlah tidak mendukung, yakni 46.7%. Nilai kepuasan sebesar 43.4%, sedikit lebih rendah dibandingkan tingkat ketidakpuasan, yakni sebesar 48.7%. Dikarenakan implementasi kebijakan reformasi tahunan bagi para pensiunan militer dan PNS terjadi pada Bulan Juli, maka tingkat kepuasan dari kinerja Kepala Negara mendapat pengaruh yang cukup siginifikan. Namun yang jelas, tingkat kepuasan dan dukungan dari masyarakat luas telah pulih ke titik yang diharapkan.
Selain itu, Partai DPP juga melakukan jajak pendapat terkait beberapa kebijakan pemerintah terhadap kaum muda, terutama bagi mereka yang berada di usia 20 hingga 39 tahun. Di antaranya 46.1% mengatakan bahwa kebijakan menaikkan gaji dasar sangat bermanfaat. Selain itu, 42,4% mengemukakan bahwa kebijakan pemerintah membebaskan pajak bagi pendapatan di bawah NT$ 30.000 merupakan keputusan yang tepat. Untuk kebijakan perawatan jangka panjang, terdapat 39.7% suara yang mendukung. Sedangkan untuk kebijakan pemerintah terkait pinjaman dana pendidikan, terdapat 26.5% suara yang mendukung.
Jajak pendapat ini digelar semenjak 16 Agustus hingga 18 Agustus 2018, dengan total suara 1098 koresponden. Survei ini didukung dengan tingkat kepercayaan yang mencapai tahap 95% dan kesalahan data kurang lebih 3.0%.