(Taiwan, ROC) - Tekanan rendah tropis yang melanda kawasan sentral dan selatan Taiwan telah menyebabkan banjir yang cukup serius. Saluran listrik di 66.887 rumah diketahui terputus dan 989 titik dilaporkan tergenang air. Tekanan rendah tropis yang dibarengi hujan lebat ini perlahan-lahan bergerak ke kawasan utara Taiwan. Dalam beberapa hari ke depan, diperkirakan ada tekanan udara berikutnya yang akan memasuki kawasan selatan Taiwan. Seluruh tim penanggulangan bencana telah bersiaga menghadapi kemungkinan yang akan terjadi.
Hingga berita ini diturunkan, data statistik mencatat bahwa terdapat 989 titik lokasi yang tergenang air. Dimana dilaporkan 517 titik air telah berhasil dikendalikan. Pemerintah setempat akan terus mengerahkan mesin pemompa air untuk segera meminimalkan ketinggian air. Untuk kawasan waduk Shimen, dilaporkan bahwa kapasitas penyimpanan sumber air telah mencapai 81%, dengan total 1.5 juta ton air. Kapasitas penyimpanan air di beberapa waduk lainnya; meliputi waduk kedua Baoshan, waduk Liyutan, waduk Zengwen dan waduk Nanhua juga dilaporkan telah penuh. Saat ini juga tengah dikerjakan pelepasan air di beberapa waduk tersebut.
Terkait dengan jumlah persediaan di seluruh negeri, Dewan Sumber Daya Air WDA memperkirakan bahwa pada periode yang sama tahun 2017, 2 angin taifun diketahui melanda Taiwan, yakni Taifun Nesat dan Taifun Haitang. Di kala itu, persediaan air di waduk selatan Taiwan diketahui berada di bawah level normal. Namun pada tahun ini, tekanan rendah tropis mendatangkan jumlah air yang cukup besar, yakni 100 juta ton air. Di samping itu, waduk Zengwen telah ditinggikan sebanyak 3 meter, sehingga jumlah air yang dapat disimpan oleh waduk Zengwen mencapai 55 juta ton air. Diperkirakan kondisi sumber air pada tahun ini dapat mencukupi seluruh kebutuhan rumah tangga di penjuru negeri.
Terkait dengan musibah banjir yang melanda kawasan selatan Taiwan, Kementerian Ekonomi MOE mengemukakan bahwa tim terkait akan memeriksa kembali beberapa penyebab terjadinya banjir. MOE menambahkan bahwa masalah penanggulangan banjir di perkotaan wajib dikaji ulang. MOE juga akan secara aktif mendorong pembagian tugas dan memperkuat sistem pengawasan. MOE juga berharap dapat meningkatkan pertahanan negara, terutama untuk sektor penanggulangan bencana. Ke depannya, beberapa fasilitas publik akan dilengkapi dengan sistem pertahanan bencana banjir. Dengan demikian dapat meminimalkan air tergenang di kawasan perumahan dan industri. Selain itu, untuk pembangunan kawasan baru tertentu, harus berdasar atas ketentuan pemerintah terkait akan pertahanan banjir. Yang mana dapat mengurangi beban air di hilir.
Direktur WDA Lai Chien-hsin mengemukakan bahwa sebelumnya parit air hanya berfungsi sebagai tempat menampung air hujan yang kemudian akan disalurkan langsung ke sistim drainase. Tetapi dikarenakan curah hujan yang lebat, sehingga sistim drainase tidak mampu menampung kapasitas air yang terlalu banyak dalam waktu bersamaan. Sehingga air lebih mudah tergenang. Desain kapasitas sistim drainase yang dimiliki Taiwan saat ini adalah masih berdasar kepada ketentuan 10 tahun lalu, yakni 250-300mm. Tapi curah hujan yang turun beberapa hari ini, diketahui telah melampaui batas. Saat ini sejumlah kawasan di Taiwan, telah dilengkapi dengan kolam detensi. Yang mana dapat mengurangi debit air ketika curah hujan lebat datang.