(Taiwan, ROC) - Para peneliti beberapa hari lalu mengatakan pada kemajuan teknologi pemeriksa mata diharapkan dapat membantu dokter mendiagnosis penyakit Alzheimer sebelum gejala muncul.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa peneliti menggunakan perangkat serupa di sebagian besar klinik mata untuk menemukan tanda-tanda penyakit Alzheimer pada 30 orang yang diteliti. Temuan ini dipublikasikan dalam Journal of American Medical Association (JAMA Opthalmology).
Saat ini, dokter menggunakan PET scan dan pungsi lumbal untuk membantu mendiagnosis penyakit Alzheimer, tetapi cara ini dianggap mahal dan invasif.
Para peneliti menggunakan teknologi OCT-A untuk mengukur ketebalan retina dan saraf optik. Para peneliti menunjukkan bahwa retina dan sistem saraf pusat saling berhubungan, sehingga perubahan di otak tercermin dalam sel-sel retina.
Peserta yang diteliti adalah mereka yang berusia lebih dari 70 tahun dan tidak memiliki gejala penyakit Alzheimer yang jelas. Mereka melakukan PET scan dan sampel sampel cairan tulang belakang, dan menemukan bahwa sekitar setengah dari mereka telah meningkatkan akumulasi protein seperti amyloid dalam sistem saraf pasien Alzheimer, menunjukkan bahwa mereka akhirnya akan menderita demensia.
Di antara orang-orang ini, para peneliti juga menemukan retina mereka yang menipis. Sebelumnya para ahli telah menemukan situasi yang sama dalam otopsi pasien Alzheimer. Namun dalam penelitian ini tidak menyebutkan apakah subjek dengan penipisan retina akhirnya menderita penyakit Alzheimer.