(Taiwan, ROC) -- Gedung Putih Amerika Serikat tanggal 23 Agustus mengkritik keputusan El Salvador memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan dan memilih menjalin hubungan dengan Daratan Tiongkok, dikemukakan Washington DC sangat prihatin dengan masalah ini dan memperingatkan bahwa Daratan Tiongkok tengah memikat negara-negara lain dengan ekonominya.
Berdasarkan penjelasan dari Gedung Putih, pemerintah El Salvador yang sekarang menyampaikan keputusan memutuskan hubungan diplomatik ini sudah dilakukan beberapa bulan sebelum menjabat dan tidak dengan transparan. Penjelasan tersebut mengemukakan, “pemerintah El Salvador dengan jelas menerima campur tanggan Daratan Tiongkok dalam urusan internal negara bagian belahan barat bumi, Amerika Serikat memprihatinkan hal ini dan akan meninjau kembali hubungannya dengan El Salvador.
Gedung Putih mengungkapkan, banyak negara berharap memperluas atau mengembangkan hubungan dengan Daratan Tiongkok karena ingin mendapat investasi langsung dari pemerintah Daratan Tiongkok, menerima bantuan ekonomi jangka pendek untuk meningkatkan pengembangan infrastruktur dasar. Jika dilihat dari jangka panjang mungkin negara-negara ini akan kecewa.
Berdasarkan penjelasan dari Gedung Putih, “Banyak negara-negara di dunia yang menyadari kalau sebenarnya Daratan Tiongkok lebih menggunakan cara memikat, mempromosi ketergantungan dan mendominasi negara-negara ini dengan ekonominya bukan dengan kemitraan. Selain itu, anggota Hubungan Luar Negeri, Partai Republik AS, Cory Gardner tanggal 23 menyampaikan, setelah El Salvador menjadi negara ketiga yang memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan selama tahun ini, ia tengah mempersiapkan untuk mempromosikan yudikatif mencegah agara negara-negara lain yang memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan tidak berpindah ke pelukan Beijing.
Cory menyampaikan, beberapa hari ini ia akan mengajukan rancangan undang-undang hukum, menghimbau agar negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan untuk tetap terus mempertahankannya, dengan menerima kuasa dari Kementerian Luar Negeri AS berupaya untuk menekan seminimal mungkin atau mengubah bantuan luar negeri dan cara lainnya untuk mencegah keputusan yant tidak menguntungkan bagi Taiwan dari negara-negara tersebut. “Taipei Act 2018” akan menjadi alat untuk memberikan layanan internasional yang lebih baik dan menjamin agar kita dapat memperkuat demi menyuarakan Taiwan.”
Namun Cory menegaskan, rancangan hukum ini bukan untuk menghadapi negara-negara yang telah beralih menjalin hubungan dengan Beijing melainkan untuk menghadapi pelecehan Daratan Tiongkok, menyediakan lebih banyak peralatan tersedia.