History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Taiwan memperingati 60 tahun “Pertempuran Artileri 8-23”

  • 23 August, 2018
  • Editor
Taiwan memperingati 60 tahun “Pertempuran Artileri 8-23”
Presiden Tsai Ing-wen memposting video di Facebook dalam rangka peringatan 60 tahun “Pertempuran Artileri 8-23"

(Taiwan, ROC) - Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) memposting sebuah video berisi arsip foto dan video bersejarah di Facebook, memperkenalkan peperangan sengit yang dikenal sebagai “Pertempuran Artileri 8-23,” menegaskan bahwa melindungi kehidupan rakyat yang bebas dan demokratis adalah tugas pemerintah yang tidak akan berubah.

Dalam rangka peringatan 60 tahun “Pertempuran Artileri 8-23” yang terjadi 23 Agustus 1958, Tsai juga menulis “Perang itu kejam, perdamaian tak ternilai harganya. Terima kasih kepada tentara dan rakyat yang berjuang melindungi tanah air kita.”

Presiden Tsai mengatakan, “Dengan tegas mempertahankan keamanan negara, melindungi Taiwan serta kehidupan rakyat yang bebas dan demokratis, tidak mentoleransi ancaman terhadap semua nilai pokok tersebut, inilah tugas pemerintah yang tidak akan berubah.”

Menurut Tsai, makna terbesar dari “Pertempuran Artileri 8-23” adalah persatuan dan kesatuan yang ditampilkan rakyat Taiwan, tak peduli suku dan kelompok, tak peduli siapa yang datang lebih awal, semuanya berjuang untuk mempertahankan keamanan Taiwan.

Pertempuran tersebut, lanjut Tsai, juga memberitahukan dunia, tak peduli berapa banyak bom yang diluncurkan ke Taiwan, tekad rakyat Taiwan melindungi kampung halaman tidak akan berubah, baik 60 tahun lalu, sekarang, mau pun 60 tahun depan.

Pada saat yang sama, Kementrian Pertahanan Nasional (MND) menggelar suatu upacara untuk memperingati “Pertempuran Artileri 8-23” di Pulau Kinmen, lokasi pengeboman artileri pasukan Partai Komunis Tiongkok dalam upayanya menguasai Taiwan 60 tahun lalu.

Menteri Pertahanan Yen Teh-fa (嚴德發) menegaskan, kesengitan pertempuran 60 tahun lalu sekarang telah digantikan dengan suara tawaan turis, tapi Taiwan tidak boleh melalaikan kesiapsiagaan untuk melindungi keamanan Taiwan, terutama saat Daratan Tiongkok tidak bersedia melepaskan niat menyerang Taiwan dengan kekerasan senjata.

Komentar

Terbarumore