(Taiwan, ROC) - Revisi undang-undang bersangkutan untuk mempromosikan partisipasi Taiwan dalam Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP) berlangsung lancar, namun ada satu kendala politik yang harus diatasi, yakni halangan dari Daratan Tiongkok.
Hal tersebut diungkapkan oleh Perdana Menteri William Lai Ching-te (賴清德) dalam suatu wawancara bersama Kantor Berita Sentral (CNA) Taiwan yang diterbitkan Kamis, 23 Agustus.
Setelah Amerika Serikat mundur dari Kemitraan Trans-Pasifik (TPP), CPTPP dengan lancar ditandatangani dalam pertemuan antar 11 negara anggota di bawah pimpinan Jepang yang berlangsung di Chili, Maret lalu. Taiwan sekarang berusaha ikut serta dalam pertempuan putaran kedua.
Lai mengetengahkan, Taiwan adalah anggota Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), maka bersyarat untuk mengikuti CPTPP, sementara kekuatan ekonomi Taiwan juga membuatnya berkemampuan berkontribusi, dan upaya ini juga telah meraih dukungan mayoritas rakyat Taiwan.
Tapi ada suatu kendala besar dalam partisipasi CPTPP, yaitu halangan politik dari Daratan Tiongkok, maka selain menguatkan syarat internal untuk mengikuti CPTPP, Taiwan akan berusaha meraih dukungan negara anggota, tegas Lai.