History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Menyerukan Persatuan dan Mempertegas Dasar Konsensus Kedaulatan

  • 21 August, 2018
  • Editor
Presiden Menyerukan Persatuan dan Mempertegas Dasar Konsensus Kedaulatan
Presiden Menyerukan Persatuan dan Mempertegas Dasar Konsensus Kedaulatan

(Taiwan/ROC) --- Hubungan diplomatik ROC dengan El Salvador berakhir. Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) pada Selasa (21/8) menggelar konferensi pers. Hadir bersama dengan Kepala Negara; yakni Wakil Presiden Chen Chien-jen (陳建仁), Perdana Menteri William Lai (賴清德), Sekjen Istana Kepresidenan Chen Chu (陳菊), Sekjen Dewan Keamanan Nasional NSC David Lee (李大維), Menteri Luar Negeri MOFA Joseph Wu (吳釗燮), dan Ketua Dewan Urusan Daratan Tiongkok MAC Chen Ming-tong (陳明通). Kepala Negara mengemukakan bahwa pemerintah sebelumnya telah mengetahui akan niat dari Pemerintah El Salvador untuk memutuskan hubungan bilateral dengan ROC. Pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin untuk menyelamatkan hubungan diplomatik ini, dan berusaha untuk tidak menyeret El Salvador masuk dalam ranah perebutan hubungan diplomatik antar Taiwan dan Daratan Tiongkok. Namun sayangnya, tekanan yang terus dilancarakan oleh Daratan Tiongkok, membuat hubungan persahabatan yang telah terjalin dengan El Salvador harus berakhir.

 

Kepala Negara menambahkan bahwa putusnya hubungan bilateral ini, merupakan rangkaian dari serangan yang dilancarkan Negeri Tirai Bambu. Mengingat pelbagai tekanan terus dilakukan terhadap Taiwan; meliputi pesawat militer yang mengitari pulau Taiwan, meminta maskapai penerbangan internasional untuk mengubah nama Taiwan, dan membatalkan kualifikasi Kota Taichung sebagai tuan rumah penyelenggara Pekan Olahraga Pemuda Asia Timur (EAYG). Belum lagi insiden gerai kopi 85 yang baru saja terjadi. Dapat terlihat begitu gencarnya serangan yang terus dikerahkan Daratan Tiongkok atas Taiwan.

 

Presiden menambahkan bahwa Daratan Tiongkok tidak hanya mengancam perdamaian antar selat. Mereka juga dikabarkan melakukan tindakan yang tidak terpuji lainnya; meliputi mencampuri urusan internal berbagai negara dan merusak tatanan pasar global. Hal ini tentu telah menimbulkan ketidakstabilan dunia internasional. Taiwan sekali lagi mengingatkan kepada komunitas dunia, bahwa hal ini bukan hanya menjadi fokus Taiwan semata, melainkan harus melibatkan banyak pihak untuk mencegah tekanan lainnya.

 

Kepala Negara merasa bahwa saat ini hubungan lintas selat juga merupakan bagian dari masalah regional. Ambisi Daratan Tiongkok untuk kawasan Asia, terkesan lebih menantang dan bahkan berupaya untuk mengubah tatanan internasional, belum lagi ditambah dengan konflik perang perdagangan yang kompleks. Daratan Tiongkok kini semakin memperkuat serangannya dan terus memusatkan pengaruhnya atas Taiwan. Kekuatan yang dilancarakan saat ini, jelas-jelas telah berbeda jauh dengan sebelum-sebelumnya.

 

Kepala Negara menekankan bahwa tuntutan dan tindakan semena-mena yang dilancarkan Daratan Tiongkok telah melampaui batas dasar dari partai politik yang ada. Dan saat ini adalah waktu yang tepat untuk bersatu dan melindungi prinsip dasar dari konsensus kedaulatan.

 

Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Hubungan diplomatik yang telah dijalin oleh Taiwan kini dirusak. Tentu hal ini menantang konsensus dasar dan menekan hubungan bilateral kami. Memutuskan hubungan bilateral dengan Taiwan, atas dasar ingin menjalin hubungan diplomatik dengan yang lain, merupakan tindakan pelecehan atas kedaulatan Taiwan”.

 

Kepala negara mengemukakan bahwa status quo merupakan dasar konsensus/persatuan Taiwan saat ini. Hanya dengan persatuan, Daratan Tiongkok dapat memahami prinsip yang dimiliki Taiwan saat ini. Dengan demikian, maka dapat mengurangi tekanan Daratan Tiongkok terhadap beberapa tokoh dari partai politik tertentu

 

Presiden Tsai melanjutkan bahwa selama 2 tahun terakhir, masyarakat Taiwan telah membuktikan kepada dunia global, bahwa Taiwan tidak akan melepaskan prinsip demokrasi, walau diserang pelbagai tekanan. Taiwan akan bekerja sama dengan negara yang memiliki paham yang sama, untuk menentang perilaku semena-mena dan arogan dari Daratan Tiongkok. Kepala Negara juga menghimbau kepada seluruh negara sahabat untuk menghargai hubungan bilateral yang telah terjalin serta pelbagai kontribusi yang telah diberikan oleh Taiwan.

 

Kepala Negara sekali lagi menekankan bahwa semakin diserang, maka Taiwan akan semakin bersatu dan bergerak maju. Taiwan tidak akan mentolerir tindakan semena-mena dan akan menghadapi pelbagai kesulitan dengan persatuan.

Komentar

Terbarumore