(Taiwan, ROC) Dewan Urusan Perantauan Tionghoa menggelar pertemuan dengan beberapa kepala sekolah sekolah berbahasa pengantar Mandarin dari negara sasaran Kebijakan Baru Menuju Arah Selatan, terdiri dari negara Asia Tenggara diantaranya Thailand, Myanmar, Indonesia serta Korea Selatan. Perdana Menteri Lai Ching-de pada hari Senin ini(20/8) mengikuti acara pembukaan dan menyampaikan, kepala sekolah telah menetap di negara Asia Tenggara dalam masa jangka panjang, menjadi jembatan penting dalam pembinaan hubungan Taiwan dengan negara lainnya, Taiwan memperhatikan negara sasaran Kebijakan Baru Menuju Arah Selatan, berpegang pada konsep memberi keuntungan bagi kedua belah pihak serta menyediakan lingkungan akademi serta pelatihan kerja yang kondusif agar kesempatan bagi pelajar dari negara sasaran Kebijakan Baru Menuju Arah Selatan semakin terbuka lebar. Kegiatan pertemuan kepala sekolah sekolah berbahasa pengantar Mandarin 2018 merupakan ajang pertama kali yang digelar dan dihadiri oleh 108 orang peserta saling melakukan pertukaran.
PM Lai Ching-de menyampaikan, sekolah mandarin telah berjalan lama di kawasan Asia Tenggara, mempromosikan budaya Tionghoa, juga menjembatani hubungan Taiwan dengan negara setempat, pihaknya berjanji akan sekuat tenaga membantu permasalahan yang dihadapi oleh sekolah mandarin, agar unit penghubung ini dapat berjalan dengan optimal dan terus berkarya.
PM Lai Ching-de mengatakan, Yuan Eksekutif sangat memperhatikan pelatihan SDM, jumlah pelajar dari Asia Tenggara yang studi di Taiwan di tahun 2017 dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2016 tumbuh lebih dari 10%, hal ini membuktikan pertukaran yang berjalan semakin baik. PM Lai juga mengeluarkan kartu lampu LED yang didapat dari pelajar asing, salah satu contoh keberhasilan pertukaran pelajar dalam penerapan Kebijakan Baru Menuju Arah Selatan. PM Lai mengatakan, “Baru saja melihat dari sekolah menampilkan hasil karya masing-masing, para pelajar yang berasal dari berbagai negara, saya melihat kegembiraan terlukis pada wajah mereka, penuh dengan rasa percaya diri, ia menunjukkan sertifikat kepada saya dan masih memberi saya hadiah; hadiah karya sendiri, ternyata lampu pada kartu ini bisa menyala, ada lampu dan bisa menyala, ini adalah karya buatan pelajar sendiri.”
PM Lai Ching-de mengatakan, selain pemerintah menggalakkan 「3+4」pendidikan vokasi bagi pelajar asing, juga mempelajari draf "Undang-undang Imigrasi Ekonomi Baru", agar para pelajar asing setelah lulus dapat bekerja di Taiwan, atau kembali maupun ke bekerja di perusahaan Taiwan, dengan persyaratan tertentu yang ada, bisa mendapatkan kewarganegaraan Taiwan, maka masa depan pelajar asing semakin beragam, luas dan menciptakan situasi menguntungkan bagi Taiwan dan negara sasaran Kebijakan Baru Menuju Arah Selatan.