(Taiwan, ROC) - Untuk menunjukkan kesetaraan gender hak kerja dan peran penting kaum perempuan dalam pekerjaan, Kementerian Luar Negeri hari Jumat tanggal 17 Agustus pagi menyelenggarakan seminar berbagi “Era Kedaulatan Perempuan: Tahun-tahun Bersama mengupayakan hubungan luar negeri perempuan”, menjelaskan dan berbagi pengalaman keikutsertaan organisasi non pemerintah Taiwan di kancah internasional. Wakil Menteri Luar Negeri, Hsu Szu-chien menyampaikan, kaum perempuan merupakan kekuatan yang paling lembut yang membantu mempromosikan Taiwan dalam hubungan luar negeri internasional dan memperlihatkan keunggulan kekuatan lunak, prestasi Taiwan dalam hal ini cukup menonjol dan telah mendapat keyakinan dari dunia internasional.
Wakil Menteri Luar Negeri, Hsu Szu-chien dalam pidato “Kekuatan Hubungan Luar Negeri Perempuan” menyampaikan, kesetaraan gender adalah nilai-nilai umum global, beberapa tahun terakhir prestasi negara kita dalam mendorong kesetaraan gender menempati urutan pertama di benua Asia sebagai contohnya, untuk pegawai baru dan pemimpin tingkat menengah memiliki proporsi perbandingan di mana perempuan lebih banyak dari pria, seperti perbandingan kepala divisi perempuan hingga akhir tahun lalu mencapai 54,26%.
Hsu Szu-chien mengemukakan, kekuatan kaum perempuan membantu mengerakkan hubungan luar negeri Taiwan dan merupakan kekuatan lunak aktif yang paling unggul Taiwan.
Hsu Szu-chien mengatakan, “Saat ini Taiwan tenggah mengerakkan jaminan bagi hak kaum ibu dan kesetaraan gender, dan telah memperlihatkan hasil yang gemilang serta mendapat keyakinan dan perhatian dari dunia internasional, banyak negara lain yang mulai belajar dan memilih Taiwan untuk mengadakan simposium kedaulatan perempuan internasional.”
Dalam ajang berbagi pengalaman ini mengundang Yayasan Kedaulatan Perempuan untuk memberikan gambaran kebijakan, iklim, sengketa dan lainnya, dengan target perkembangan berkesinambungan dari Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) bersamaan dengan itu juga mengundang Ambassador at Large, Fan Yun untuk berbagi pengalaman dan juga posisinya dalam kesetaraan hak kaum ibu.