(Taiwan, ROC)-- Komite Peninjauan Upah Dasar memutuskan untuk menaikkan gaji dasar bulanan menjadi NTD23.100,- dan gaji perjam menjadi NTD150,-/jam. Untuk hal ini Perdana Menteri William Lai hari Jumat (17/8) mengucapkan terima kasih pada pihak majikan yang berbagi keuntungan bersama dengan pihak pekerja, tidak membunuh ayam untuk mengambil telurnya, berharap dikedepannya pihak majikan dan pekerja dapat saling bergandengan tangan menggerakkan perekonomian Taiwan. William Lai juga menyampaikan, kenaikan kali ini akan mempengaruhi Indeks Harga Konsumen (Customer Price Index / CPI) sebesar 0,04%.
Rapat Komite Peninjauan Upah Dasar memutuskan, gaji bulanan akan dinaikkan menjadi NTD23.100,- atau meningkat 5%; gaji perjam dinaikkan menjadi NTD150,-/jam atau meningkat 7,14%, diperkirakan mulai 1 Januari tahun depan akan diberlakukan.
Perdana Menteri William Lai tanggal 17 yakin dengan Menteri Tenaga Kerja, Hsu Ming-chun memimpin Komite Penijauan Upah Dasar yang berhasil menyepakati kenaikan upah bulanan dan jam-an. William Lai berterima kasih pada pihak perusahaan yang berbagi keuntungan serta kerja keras pihak pekerja selama setahun ini dan tidak membunuh ayam hanya karena ingin mengambil telurnya saja. William Lai menyampaikan, upah dasar Taiwan sudah terbebas dari ikatan angka 22.000, diyakini perkembangan ekonomi akan semakin baik.
Perdana Menteri William Lai mengatakan, “Yuan Eksekutif berterima kasih atas kesediaan pihak pengusaha untuk berbagi keuntungan, kami juga berterima kasih pada pihak pekerja yang selama 1 tahun ini giat bekerja serta tidak membunuh ayam untuk mengambil telurnya, dikedepannya pihak majikan dan pekerja akan saling bergandengan tangan bekerja sama terus mendorong perkembangan ekonomi Taiwan. Karena upah bulanan sudah dinaikkan hingga NTD23.100,- setelah sekian lama berdiam sekarang sudah keluar dari angka 22.000, ini merupakan hasil kerja keras kita semua, kami harus yakin pada Taiwan, kami akan terus bersemangat, perekonomian Taiwan harus dapat semakin lama semakin baik.”
Dunia luar meragukan setelah kenaikan upah dasar akan berdampak pada harga. William Lai menyampaikan, berdasarkan data statistik Direktorat Jenderal Budjet, Akutansi dan Statistik (DGBAS) kenaikkan kali ini akan memberikan sumbangsih pada pertumbuhan ekonomi sebesar 0,06% pengaruh pada CPI sebesar 0,04% pengaruhnya hanya kecil tidak sampai menimbulkan gelombang harga. William Lai juga menyampaikan, Yuan Eksekutif akan mengendali CPI di bawah 2% agar harga barang stabil, agar masyarakat dapat merasakan manfaat dari kenaikkan gaji yang didapatkan.