Dalam proses rekonstruksi pasca bencana badai taifun Morakot, perubahan paling besar yang diadopsi pemerintah adalah dalam konsep pencegahan dan pertolongan bencana, pengokohan organisasi serta efisiensi; dan pengalaman ini bisa dicontoh dalam upaya meninjau keamanan jaringan pipa bawah tanah pasca terjadinya ledakan gas di Kaohsiung pekan lalu.
Demikian ditegaskan oleh Perdana Menteri Jiang Yi-huah ketika menghadiri acara temu pers untuk premier filem dokumentaris “Bencana Taifun Morakot – Reskonstruksi Kampung Halaman” di Taipei pada hari Senin (4/8).
Menghadapi kejutan terhadap seluruh warga Taiwan dari tragedi ledakan gas di Kaohsiung yang hingga kini mengakibatkan 28 orang tewas, 300an luka-luka dan 2 lainnya masih belum ditemukan, Perdana Menteri meminta Pusat Penanggulangan Bencana Sentral untuk mentaati semangat dan pola rekonstruksi taifun Morakot dalam peninjauan keseluruhan terhadap keamanan jaringan pipa bawah tanah di seluruh Taiwan.
Jiang Yi-huah mengatakan, “Atas permintaan saya, dibawah pimpinan Wakil Perdana Menteri Mao Chi-kuo, Pusat Penanggulangan Bencana Sentral telah mengundang belasan pakar dan cendekiawan dari berbagai bidang untuk sepenuhnya meninjau kembali keamanan jaringan pipa bawah tanah. Mereka tidak hanya akan mencari penyebab terjadinya ledakan gas di Kaohsiung, juga akan memeriksa masalah keamanan pipa bawah tanah di berbagai pelosok Taiwan.”
Perihal apakah Yuan Eksekutif akan membentuk suatu komisi khusus menangani rekonstruksi pasca ledakan gas Kaohsiung sebagaimana komisi yang dibentuk pasca badai taifun Morakot, Jiang mengutarakan, skala bencana ledakan gas Kaohsiung tidak sebesar bencana taifun Morakot, maka Pusat Penanggulangan Bencana Sentral lah yang akan menangani tugas tersebut.
Untuk diketahui, taifun Morakot menyerang dan menimbulkan bencana serius di Taiwan selatan pada 8 Agustus, 2009, mengakibatkan lebih dari 600 orang tewas. Tidak lama setelah itu, pemerintah mendirikan Komisi Rekonstruksi dibawah Yuan Eksekutif di Kaohsiung, bertugas merekonstruksi daerah bencana dan membantu para korban untuk memulihkan kehidupan normal.
Proses rekonstruksi sepanjang lima tahun ini difilemkan menjadi suatu filem dokumentaris yang akan segera ditayangkan di Taiwan dan 40an negara lain mulai 8 Agustus.