Penyakit demam berdarah (dengue) telah menyebar luas ke Taiwan utara, membuat ancaman terinfeksi penyakit yang menyebar melalui nyamuk itu menjadi semakin tinggi, demikian diumumkan Pusat Pengontrolan Penyakit (CDC) pada hari Senin (4/8).
Akhir Juli lalu, seorang warga Kota Taipei Baru dikonfirmasi mengidap dengue setelah mengunjungi Kaohsiung di Taiwan selatan. Menurut CDC, wanita berusia 29 tahun itu kemudian dirawat di rumah sakit dan sekarang dinyatakan sudah sembuh, namun kasusnya adalah yang pertama di Kota Taipei Baru untuk musim panas tahun ini.
Kasus-kasus baru lain juga dilaporkan terjadi di Kota Tainan dan bahkan di Penghu yang terletak di lepas pantai Taiwan, menandakan meningkatkan resiko penyebarluasan penyakit demam berdarah di Taiwan.
Menurut statistik hingga 28 Juli, sudah ada sejumlah 412 pasien dikonfirmasi terifeksi dengue pada tahun ini, jauh lebih tinggi dari 214 kasus yang dilaporkan pada priode yang sama tahun lalu. Diantara 412 kasus tersebut, jelas CDC, 309 adalah kasus tularan domestik dan 103 menyebar dari negara-negara tetangga seperti Daratan Tiongkok, Malaysia dan Indonesia.
CDC mengingatkan, cara preventif paling baik untuk mencegah penyebarluasan penyakit demam berdarah adalah menjaga kebersihan lingkungan, pada khususnya mencegah adanya selokan yang tersumbat dan mengeringkan air dalam kontener bentuk apapun.