(Taiwan, ROC) – Merebaknya kasus penularan virus penyakit berkelompok dikarenakan perilaku manusia dan kondisi lingkungan yang saling mempengaruhi, untuk itu kunci utama pencegahan epidemi dalam satu kawasan adalah mendapatkan informasi yang aktual, khususnya untuk waktu penjangkitan dan wilayah atau daerah jangkitan.
Wen Tzai-hung pada hari Rabu tanggal 15 Agustus menyampaikan bahwa epidemi bagaikan untaian buah anggur, dimana setiap penyakit layaknya buah anggur. Pada saat penjangkitan dan lokasi jangkitan, bisa diibaratkan laksana batang untaian buah anggur tersebut. Dengan menggunakan metode “Perhitungan lintas waktu”, bisa melacak merebaknya penyakit, hubungan antar penyakit dan selanjutnya bisa menelusuri dan memantau perkembangan penularan penyakit yang ada. Kemampuan penguraian ini diibaratkan dengan prediksi dan penguraian yang dilakukan terhadap tiupan badai taifun.
Wen Tzai-hung mengatakan, “Bisa mengambil contoh penyakit demam berdarah, yang merupakan jenis penyakit menular yang ditularkan oleh karena gigitan nyamuk. Saat kita mengetahui adanya sebuah kasus penyakit, selanjutnya berkembang menjadi sekelompok orang yang tertular, bisa saja merebak meluas karena adanya mobilitas atau kondisi lingkungan, dimana di saat tertentu, dari satu tempat berpindah ke tempat yang lain. Hal ini sama layaknya tiupan badai taifun yang dapat diprediksikan.”
Wen Tzai-hung menjelaskan ke depannya akan memadukan metode dengan sistem pelaporan epidemi dan memberikan pengumuman kepada khalayak umum, guna mampu menghentikan bertambah luasnya kawasan penularan.
Adapun metode penelitian ini telah dipaparkan dalam Scientific Reports tahun 2017 dan majalah Annals of the American Association of Geographers pada Januari 2018.