History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Temu Pendengar RTI Siaran Indonesia 2018

  • 14 August, 2018
  • Editor
Temu Pendengar RTI Siaran Indonesia 2018
Temu Pendengar RTI Siaran Indonesia 2018

(Taiwan, ROC) Radio Taiwan Internasional seksi Siaran Bahasa Indonesia (RTISI) tanggal 12 Agustus 2018 sore mengelar temu pendengar di markas besar RTI. Dalam kegiatan acara selain menyajikan kudapan lezat Indonesia yang disediakan pendengar, juga ada fashion show memamerkan pakaian adat tradisional Indonesia yang indah dan megah. Selain itu acara juga diramaikan dengan berbagai tarian termasuk tarian tradisional Indonesia Poco-poco yang mengajak semua peserta acara ini ikut bergoyang sehingga suasana semakin semarak. Tarian Poco-poco ini sendiri merupakan tarian dimana Presiden Indonesia, Joko Widodo mengajak 65 ribu orang untuk menari bersama di Lapangan Monas, Jakarta dan berhasil masuk dalam Rekor Dunia Guinness (Guinness World Records).

 

Acara temu pendengar dibuka dengan iringan musik tradisional Jawa, Indonesia. RTISI yang sudah bersiaran selama 60 tahun lebih ini, memiliki pendengar yang tidak sedikit. Kali ini para pendengar tampil dengan berbagai busana daerah Indonesia, sebagian dari pendengar dengan pakaian adat tradisional Indonesia yang megah berlenggak-lenggok di panggung memperkenalkan busana dari beragam daerah. Dalam kegiatan bersama dengan warga Indonesia yang ada di Taiwan ini juga hadir Bapak Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia untuk Taipei (KDEI), Bapak Robert James Bintaryo dan Wakil, Bapak Siswadi.

 

Presiden RTI, Shao Li-chung menyampaikan, Taiwan dan Indonesia memiliki hubungan yang akrab, RTISI sendiri memiliki sejarah yang panjang, untuk itu berharap dikedepannya RTI dapat memainkan peran sebagai jembatan penghubung kedua belah pihak. Presiden RTI, Shao Li-chung mengatakan, “Semua tahu, siaran bahasa Indonesia RTI kami ini sudah lebih dari 60 tahun, memiliki sejarah yang panjang, berharap dikedepannya dapat terus berperan sebagai penghubung Taiwan dan Indonesia.”

 

Shao Li-chung juga menegaskan, sekarang RTI juga mengeluarkan acara belajar Bahasa Indoneisa, selain bahasa juga memperkenalkan budaya Indonesia, bagi yang tertarik dan memiliki keinginan untuk lebih mengenal Indonesia, silahkan mengikuti acara ini.

 

Bapak Kepala KDEI, Robert James Bintaryo menyampaikan sangat berterima kasih pada RTISI yang telah berperan sebagai jembatan penghubung, di satu sisi menyampaikan informasi Taiwan ke Indonesia, bersamaan dengan itu juga menyampaikan informasi Indonesia pada pendengar di Taiwan yang kebanyakan adalah warga Indonesia yang berada di Taiwan. Beliau juga menyampaikan, beberapa hari lagi yaitu tanggal 17 Agustus nanti, Indonesia akan merayakan hari kemerdekaannya sehingga kegiatan ini memiliki makna yang sangat mendalam.

 

Ketua RTISI Fans Club, Sri Utari, selain mengucapkan terima kasih atas dukungan dari teman-teman pendengar, ia juga secara khusus menyampaikan terima kasih pada RTI. Sri Utari mengemukakan, dulu bergantung pada RTI lah baru bisa belajar bahasa Mandarin dan dapat berkomunikasi dengan majikan. Ia berharap teman-teman pendengar dapat berperan sebagai jembatan penghubung, membangun sebuah wadah pelatihan agar tetap dapat meneruskan hubungan dan pertukaran antara Taiwan dan Indonesia.

 

Acara yang juga dimeriahkan dengan senam dan pertunjukkan nyanyi dari para pendengar serta menari bersama tarian Poco-poco, suasana terasa hangat dan meriah seperti ini memperlihatkan hubungan dan juga dukungan yang besar dari para pendengar pada Radio Taiwan Internasional siaran Bahasa Indonesia.

Komentar

Terbarumore