History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

MOFA: Terus Menghubungi Warga Taiwan yang Terjebak Pasca Gempa Lombok

  • 07 August, 2018
  • Editor
MOFA: Terus Menghubungi Warga Taiwan yang Terjebak Pasca Gempa Lombok
MOFA: Terus Menghubungi Warga Taiwan yang Terjebak Pasca Gempa Lombok

(Taiwan/ROC) --- Terkait akan masih terdapatnya beberapa orang yang terjebak dalam bencana gempa Lombok, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (MOFA) Andrew Lee (李憲章) pada Selasa (7/8) mengemukakan bahwa terdapat 15 wisatawan Taiwan yang berada disana, diperkirakan dalam 2 hari ini mereka akan terbang kembali ke Taiwan. Perihal akan masih adanya warga Taiwan yang terjebak di kawasan sekitar Pulau Giligili, telah diusahakan pelbagai upaya komunikasi. Dikarenakan susahnya jalur komunikasi lokal, hingga kini masih terus diupayakan proses penyelamatan. Staf perwakilan ROC mengemukakan bahwa kondisi warga Taiwan di Pulau Giligi terpantau aman. Ia menambahkan akan terus memberikan informasi terbaru.

 

Gempa kuat yang menimpa Lombok, mengakibatkan beberapa warga Taiwan terperangkap di sana. Juru bicara MOFA Andrew Lee mengemukakan bahwa berdasarkan informasi terbaru, ada terdapat 15 wisatawan Taiwan yang terjebak di Lombok dan sekelompok orang masih berada di Pulau Giligili.

 

Terkait akan keadaan 15 wisatawan, Andrew Lee menambahkan bahwa 12 orang dipastikan akan terbang kembali ke Taiwan pada 2 hari mendatang. 3 orang lainnya masih belum memastikan tanggal penerbangan. Staf perwakilan memastikan akan menyediakan bantuan akomodasi yang layak bagi mereka.

 

Terkait akan warga Taiwan yang masih terperangkap di Pulau Giligili, mereka diketahui pernah menghubungi kantor perwakilan Taiwan sesaat gempa terjadi. Namun dikarenakan adanya gangguan sinyal komunikasi lokal, mengakibatkan jalur komunikasi terputus. Kantor Perwakilan ROC akan terus memberikan informasi terbaru akan status keberadaan mereka.

 

Andrew Lee mengatakan, “Terputus sementara, namun mereka berada dalam kondisi yang sehat. Kami akan terus berkomunikasi dengan mereka. Namun kami akan meminta mereka untuk mengunjungi stasiun penyelamat lokal di Indonesia, dan mengajukan pertolongan. Untuk masalah persediaan

 

Komentar

Terbarumore