History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Ko Wen-je: Kemelut Pada Vivian Sung Semakin Memperburuk Hubungan Antar Selat

  • 04 August, 2018
  • Editor
Ko Wen-je: Kemelut Pada Vivian Sung Semakin Memperburuk Hubungan Antar Selat
Ko Wen-je: Kemelut Pada Vivian Sung Semakin Memperburuk Hubungan Antar Selat

        (Taiwan, ROC) – Vivian Sung yang belakangan ini tengah sibuk syuting film di Daratan Tiongkok, tengah didera kemelut masalah yang diungkit oleh netizen, dimana dirinya didapati sempat menyebutkan bahwa “Negara yang paling disukai adalah Taiwan”, sehingga dianggap sebagai selebriti pendukung Taiwan merdeka. Oleh karena itu Vivian Sung melalui akun media sosial Weibo menuliskan pesan bahwa “Saya adalah orang Tiongkok”. Sementara para Kandidat Walikota Taipei, baik dari pan biru maupun hijau, terlihat turut menggunakan kondisi artis tersebut sebagai bahan kampanye untuk menyatakan status mereka berkenaan dengan masalah hubungan antar selat. Oleh karena itu, Walikota Taipei pada hari Sabtu tanggal 4 Agustus menyampaikan bahwa kasus yang terjadi pada Vivian Sung hampir menyerupai kasus yang sempat terjadi pada artis Chou Tzu-yu. Kini masalah terkait ideologi semakin hangat, hal ini hanya akan semakin memperburuk kondisi hubungan antar selat. Ko Wen-je berpendapat bahwa apa yang seharusnya dilakukan oleh Taiwan adalah memperkuat kemampuan diri.

        Artis Vivian Sung didera masalah artis pendukung Taiwan merdeka. Kandidat Walikota Taipei yang diusung oleh partai KMT, Ting Shou-chung menuliskan pesan dalam akun facebooknya jika semuanya adalah satu keluarga, meminta para generasi muda antar selat bisa memberikan dukungan kepada Vivian Sung. Presiden Tsai Ing-wen saat menghadiri kampanye Pasuya Yao, Kandidat Walikota Taipei usungan partai DPP menyebutkan bahwa belakangan ini semakin banyak seniman Taiwan yang diancam oleh Daratan Tiongkok, namun Taiwan tidak akan menyerah, dengan menyeru “Kita akan bersuara lebih kencang, bahwa negara yang kita suka adalah Taiwan”.

        Berkenaan dengan kondisi yang terjadi dalam kampanye kedua pan politik, Walikota Taipei Ko Wen-je saat menghadiri kegiatan perayaan ulang tahun ke 36 Rumah Pelayanan Disabilitas Yang Ming menyampaikan bahwa apa yang diserukan oleh kedua kandidat tidak akan memberikan keuntungan bagi kondisi yang dihadapi oleh Taiwan. Dari angka statistik, setidaknya dapat diketahui bahwa masyarakat kini merasakan kehidupan yang lebih sulit, sehingga yang terpenting bagi Taiwan saat ini adalah memperkuat kemampuan diri, mengurangi perseturuan yang berbahaya dan bukannya malah banyak berbicara.

        Ko Wen-je mengatakan, “Masalah Ideologi semakin lama semakin menghangat, dan akan mempertegang kondisi hubungan antar selat, sebenarnya hal ini bisa disebut mirip dengan apa yang terjadi pada artis Chou Tzu-yu, dan hubungan antar selat pun akan semakin tidak buruk.”

        Ko Wen-je menegaskan bahwa dirinya sangat tidak menyukai gaya berkampanye yang menggunakan taktik ancaman dan menebar kebencian. Saat kembali ditanya oleh media, apa yang harus dilakukan di saat hanya menyebut “Taiwan adalah negara” pun akan dikategorikan sebagai pendukung Taiwan merdeka? Ko Wen-je menjawab bahwa kini ada berbagai pengucapan antara lain “Republik Tiongkok”, “Republik Tiongkok di Taiwan”, “Republik Tiongkok adalah Taiwan”, dan dirinya sendiri mengaku tidak tahu harus bagaimana, mengingat ini justru awal dari permasalahan yang ada.

Komentar

Terbarumore